Dana Kompensasi Sopir Angkot Puncak Diduga Disunat, Dishub Siap Usut
Beritagosip.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan dana kompensasi kepada sopir angkot di kawasan Puncak, Bogor, sebagai bentuk bantuan atas larangan beroperasi selama libur Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah. Namun, dugaan pemotongan dana mencuat setelah para sopir mengaku hanya menerima Rp 800 ribu, padahal jumlah yang dijanjikan sebesar Rp 1,5 juta.
Dishub Bogor Benarkan Dugaan Pemotongan Dana
Informasi ini dikonfirmasi oleh Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih. Menurutnya, laporan dari sopir angkot terus berdatangan terkait dugaan pemotongan dana tersebut.
“Betul, saya juga dapat informasi itu. Diduga ada pemotongan, sehingga mereka hanya menerima Rp 800 ribu,” ujar Dadang saat dikonfirmasi pada Selasa (1/4/2025) sore.
Meski begitu, Dadang menegaskan pihaknya belum mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas pemotongan dana ini. Pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk menyelidiki kasus tersebut.
“Kami akan melakukan koordinasi dengan kepolisian. Ini ranah hukum, jadi kami akan lakukan tindakan bersama pihak berwenang,” tegasnya.
Sebagian Sopir Angkot Belum Terima Bantuan
Selain dugaan pemotongan dana, masih banyak sopir angkot di kawasan Puncak, Bogor, yang mengaku belum menerima kompensasi. Hal ini menyebabkan beberapa sopir tetap beroperasi meski ada larangan dari pemerintah.
“Setelah kami tanya, beberapa kendaraan tidak mendapatkan subsidi, makanya mereka masih beroperasi,” jelas Dadang.
Dishub Kabupaten Bogor memastikan akan melakukan pendataan ulang agar semua sopir yang berhak mendapatkan kompensasi dapat menerimanya.
“Data sementara menunjukkan bahwa sudah ada 715 sopir yang menerima kompensasi di tiga trayek, yaitu Ciawi-Cisarua, Pasir Muncang-Ciawi, dan Ciawi-Cibedug,” tutupnya.