Gempa Myanmar Tewaskan Ribuan Orang, Tim SAR Indonesia Dikerahkan
Beritagosip.com – Myanmar diguncang gempa bumi dahsyat berkekuatan 7,7 magnitudo pada Jumat (28/03). Lebih dari 2.000 orang dilaporkan tewas, sementara ribuan lainnya terluka atau masih hilang. Tim pencarian dan penyelamatan dari berbagai negara, termasuk Indonesia, dikerahkan untuk membantu korban.
Tim SAR Indonesia Bergerak ke Myanmar
Sebanyak 73 personel Indonesia Search and Rescue (INASAR) diberangkatkan dari Jakarta menuju lokasi terdampak gempa pada Selasa (01/04). Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menyatakan bahwa tantangan di Myanmar lebih berat dibandingkan misi sebelumnya di Turki dan Suriah.
“Mungkin situasi di sana lebih sulit karena komunikasi belum berjalan lancar dan listrik masih padam di beberapa daerah,” ujarnya saat melepas personel INASAR di Lanud Halim Perdanakusuma.
Indonesia mengirimkan tim penyelamat, tenaga medis, serta logistik menggunakan dua pesawat Hercules dan satu Boeing 747. Selain itu, 608 personel TNI dalam Satgas Bantuan Kemanusiaan juga akan diberangkatkan pada Kamis (03/04), dilepas langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Dampak Gempa: Kota Mandalay Luluh Lantak
Gempa yang mengguncang Myanmar berdampak parah di Kota Mandalay, kota terbesar kedua di negara tersebut. Sebagian besar wilayahnya hancur, sementara 3.900 orang terluka dan 270 orang masih hilang.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta dana darurat US$8 juta (Rp132,4 miliar) untuk menanggulangi krisis medis. Sejumlah rumah sakit runtuh, sementara yang tersisa mengalami kelebihan kapasitas.
Bantuan Internasional Mengalir ke Myanmar
Berbagai negara merespons permintaan bantuan Myanmar. Berikut beberapa di antaranya:
- China: Mengirim tim SAR beranggotakan 82 orang dan bantuan senilai 100 juta yuan (Rp229 miliar).
- India: Mengirim pesawat dengan tim SAR dan perlengkapan darurat.
- Malaysia: Mengirim tim beranggotakan 50 orang untuk operasi bantuan.
- Filipina, Vietnam, Rusia, Korea Selatan, AS, Selandia Baru, dan Irlandia juga turut mengirimkan tim penyelamat.
- Inggris: Menyumbang £10 juta untuk membantu korban yang paling membutuhkan.
Kendala Besar dalam Operasi Penyelamatan
Upaya pencarian korban menghadapi berbagai kendala, seperti jalan dan jembatan yang rusak, pemadaman listrik, serta gangguan komunikasi. Penduduk setempat mengaku harus menggali reruntuhan dengan tangan kosong karena minimnya peralatan.
“Kami hanya mengandalkan alat seadanya. Sudah berjam-jam kami berusaha menyelamatkan seorang perempuan yang terjebak di bawah reruntuhan,” kata seorang relawan.
Kondisi semakin sulit karena junta militer Myanmar, yang berkuasa sejak 2021, masih terlibat konflik dengan kelompok pemberontak. Meski telah meminta bantuan internasional, mereka tetap melanjutkan serangan udara terhadap kelompok bersenjata.
Krisis Kemanusiaan di Myanmar
Gempa ini memperburuk kondisi Myanmar yang sudah dilanda perang saudara selama empat tahun terakhir. Kerusakan di Mandalay diperkirakan mencapai lebih dari 1.500 bangunan, dengan pemulihan listrik yang diprediksi memakan waktu berhari-hari.
Bandara Mandalay tidak berfungsi akibat rusaknya landasan pacu, menghambat masuknya bantuan lebih lanjut.
Meski begitu, tim SAR dari berbagai negara terus berupaya menyelamatkan korban. Rumah sakit darurat dan tempat penampungan telah mulai beroperasi untuk menampung para penyintas yang kehilangan tempat tinggal.