Beritagosip.com – Google akhirnya turuti Korea Selatan dengan menyetujui permintaan pemerintah untuk mengaburkan citra satelit sensitif di layanan pemetaannya.
Langkah ini menandai akhir sengketa panjang selama hampir dua dekade antara raksasa teknologi asal Amerika Serikat itu dengan otoritas Seoul. Kebijakan baru ini membuka peluang Google memperluas kehadiran di pasar navigasi digital Korea Selatan, yang selama ini dikuasai Naver dan Kakao.
“Kami telah mengonfirmasi komitmen kami dengan pemerintah untuk mengaburkan citra satelit sebagaimana diwajibkan, dan kami akan menjajaki kemungkinan memperoleh citra dari pihak ketiga Korea yang disetujui jika diperlukan,” ujar Wakil Presiden Google, Cris Turner, Selasa (9/9/2025), dikutip AFP.
Sengketa 20 Tahun
Perselisihan antara Google dan Korea Selatan terjadi karena regulasi ketat terkait keamanan nasional. Aturan mewajibkan seluruh data geospasial inti disimpan secara lokal, syarat yang semula ditolak Google.
Akibat penolakan tersebut, Google Maps tidak bisa memberikan layanan navigasi penuh di Korea Selatan, berbeda dengan mayoritas negara lain. Hanya Rusia dan China yang juga membatasi pemanfaatan Google Maps secara menyeluruh.
Dominasi pasar navigasi digital akhirnya dipegang pemain lokal seperti Naver dan Kakao. Namun, kondisi ini menyulitkan wisatawan asing yang terbiasa menggunakan Google Maps.
Komitmen Baru Google
Cris Turner menegaskan Google akan mengalokasikan sumber daya besar demi memenuhi standar keamanan nasional Korea Selatan. “Kami akan menginvestasikan banyak waktu dan sumber daya untuk menghapus koordinat fasilitas keamanan dari petanya,” katanya.
Isu pembatasan Google Maps juga masuk dalam agenda perundingan dagang antara Korea Selatan dan Amerika Serikat. Pada masa pemerintahan Donald Trump, Seoul sempat menekan Washington untuk memberi pelonggaran tarif sebagai imbalan kompromi di bidang ini.
Kantor Kepresidenan Korea Selatan menegaskan bahwa meski data peta presisi tinggi menjadi topik intens dalam pembahasan, tidak ada konsesi tambahan yang diberikan.
Sumber industri menyebut pembicaraan antara pejabat kedua negara masih berlangsung, dengan ekspor data peta presisi tinggi tetap menjadi agenda utama dialog.
Dengan langkah ini, Google turuti Korea Selatan soal Maps, menutup babak sengketa 20 tahun, sekaligus membuka jalan bagi babak baru navigasi digital di Negeri Ginseng.