Beritagosip.com Indonesia bersiap menerima kapal induk pertama dalam sejarah militernya melalui skema hibah kapal induk Italia. Kapal yang dimaksud adalah kapal induk Giuseppe Garibaldi, buatan galangan Italia, yang sebelumnya beroperasi penuh di bawah Angkatan Laut Italia. Rencana ini menandai langkah strategis baru bagi TNI Angkatan Laut dalam penguatan armada laut nasional.
Meski berstatus hibah kapal induk Italia, pemerintah Indonesia tetap harus menyiapkan anggaran tambahan. Dana tersebut akan digunakan untuk penyesuaian teknis agar kapal induk Giuseppe Garibaldi dapat beroperasi sesuai kebutuhan TNI Angkatan Laut. Saat ini, proses negosiasi serta administrasi antara Indonesia dan Italia masih berjalan secara aktif.
Pejabat Kementerian Pertahanan menyampaikan bahwa kapal induk pertama Indonesia tersebut diperoleh langsung dari pemerintah Italia. Kepala Biro Humas dan Informasi Kemhan, Brigjen Rico Ricardo Sirait, menegaskan bahwa status hibah tidak menghapus kewajiban pembiayaan dari pihak Indonesia. Pemerintah akan tetap mengalokasikan anggaran untuk retrofit dan penyesuaian sistem kapal.
Menurut Brigjen Rico Ricardo Sirait, kapal induk Giuseppe Garibaldi membutuhkan penyesuaian agar selaras dengan kebutuhan operasional TNI Angkatan Laut. Pernyataan tersebut disampaikan pada Jumat, 13 Februari 2026. Ia juga menjelaskan bahwa tahapan negosiasi dan administrasi antarpemerintah masih berlangsung hingga saat ini.
Setelah seluruh proses administrasi rampung, TNI Angkatan Laut akan melakukan penyesuaian teknologi. Penyesuaian tersebut mencakup sistem operasional agar kapal induk pertama Indonesia dapat digunakan secara optimal dalam skema pertahanan laut nasional. Langkah ini dianggap krusial sebelum kapal resmi dioperasikan.
Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana Muhammad Ali, menyampaikan target kedatangan kapal induk Giuseppe Garibaldi. Ia menyebutkan bahwa kapal induk pertama Indonesia tersebut diharapkan tiba sebelum peringatan Hari Ulang Tahun TNI pada 5 Oktober 2026. Target waktu ini masih bergantung pada kelancaran proses negosiasi.
Laksamana Muhammad Ali menjelaskan bahwa proses pengadaan kapal induk Giuseppe Garibaldi masih berjalan. Ia berharap kapal tersebut dapat segera tiba di Indonesia sesuai jadwal yang direncanakan. Pernyataan itu disampaikan kepada awak media pada Kamis, 12 Februari.
Ia juga menegaskan bahwa Kementerian Pertahanan masih melakukan negosiasi dengan galangan kapal Italia, Fincantieri Italia. Selain itu, pembahasan juga berlangsung antara Kemhan dan Angkatan Laut Italia sebagai operator sebelumnya dari kapal induk tersebut. Seluruh proses ini menjadi bagian penting dari hibah kapal induk Italia.
Dari sisi spesifikasi, kapal induk Giuseppe Garibaldi memiliki panjang sekitar 180,2 meter. Kapal ini dibangun oleh Fincantieri Italia dan sebelumnya digunakan untuk mendukung operasi Angkatan Laut Italia. Desain dan teknologi kapal ini dinilai masih relevan untuk kebutuhan regional.
Kapal induk pertama Indonesia ini memiliki kemiripan dengan dua kapal perang terbaru TNI Angkatan Laut. Kapal tersebut adalah KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321, yang juga diproduksi oleh Fincantieri Italia. Kesamaan ini memudahkan proses integrasi teknologi dan pemeliharaan.
Giuseppe Garibaldi dilengkapi mesin berkekuatan tinggi yang memungkinkan kecepatan hingga 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam. Kecepatan tersebut memberikan fleksibilitas tinggi dalam operasi laut jarak jauh. Kapal ini dirancang untuk mendukung berbagai misi strategis.
Selain itu, kapal induk Giuseppe Garibaldi dibekali perangkat pengacau radar serta sistem persenjataan lengkap. Persenjataan tersebut mencakup peluncur Mk.29 octuple untuk rudal anti-pesawat Sea Sparrow atau Selenia Aspide. Kapal ini juga memiliki meriam kembar Oto Melara 40L70 DARDO.
Sistem persenjataan lain yang terpasang meliputi tabung torpedo tiga laras berkaliber 324 mm serta rudal permukaan ke permukaan Otomat Mk.2 SSM. Kombinasi persenjataan ini menjadikan kapal induk pertama Indonesia sebagai aset tempur laut yang signifikan. Keberadaan kapal ini diharapkan memperkuat posisi strategis TNI Angkatan Laut di kawasan.