Beritagosip.com – Menteri Israel menunjukkan penolakan terhadap kesepakatan damai AS-Iran yang baru saja dicapai oleh Amerika Serikat dan Iran.
Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, menegaskan bahwa negaranya akan tetap melanjutkan operasi militer di Lebanon. Pernyataan itu disampaikan meskipun dalam kesepakatan tersebut terdapat poin penghentian pertempuran di berbagai front, termasuk wilayah Lebanon.
Dalam pernyataan yang diunggah melalui kanal Telegram pada Senin (15/6), Ben Gvir menyatakan bahwa kesepakatan yang diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak mengikat Israel. Alasannya, Israel tidak terlibat dalam proses perundingan yang menghasilkan kesepakatan damai AS-Iran tersebut.
“Kesepakatan Trump tidak mengikat kami. Kami bukan pihak dalam kesepakatan ini. Kesepakatan ini tidak menjamin keamanan kami,” ujar Ben Gvir seperti dikutip AFP.
Ben Gvir juga menegaskan bahwa Israel tidak boleh merasa aman selama kelompok milisi Hizbullah di Lebanon belum dibubarkan.
Menurutnya, Israel tidak boleh melepaskan wilayah yang telah dikuasai dan dibersihkan dari infrastruktur yang dianggap berkaitan dengan kelompok teroris oleh pasukan militernya.
Sebelumnya, pada Minggu (14/6), Donald Trump mengumumkan bahwa proses perundingan antara Amerika Serikat dan Iran telah rampung. Penandatanganan resmi kesepakatan damai AS-Iran dijadwalkan berlangsung pada Jumat (19/6) di Swiss.
Pemerintah Iran juga telah mengonfirmasi adanya kesepakatan tersebut. Kantor berita Mehr melaporkan bahwa nota kesepahaman itu memuat 14 poin penting.
Salah satu poin yang disebutkan dalam dokumen tersebut adalah penghentian pertempuran di seluruh front konflik, termasuk di Lebanon.
Sampai saat ini, rincian lengkap mengenai isi kesepakatan belum diumumkan secara resmi oleh kedua negara. Namun, pernyataan terbaru dari Israel menunjukkan bahwa sikap terkait Israel gempur Lebanon masih belum berubah meski proses perdamaian antara Washington dan Teheran terus berjalan.