Beritagosip.com Pemerintah Iran menyatakan bahwa kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz kemungkinan akan dikenakan biaya layanan setelah jalur strategis tersebut kembali dibuka untuk aktivitas pelayaran internasional.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menjelaskan bahwa biaya Selat Hormuz tersebut bukan merupakan tarif transit, melainkan biaya untuk berbagai layanan yang disediakan guna menjaga keamanan dan kelestarian kawasan.
“Selat Hormuz sangat penting bagi kami, dan kami telah mengadopsi prosedur tertentu sesuai hukum internasional untuk melindungi keamanan nasional Iran dan Republik Islam Iran,” kata Baghaei dalam konferensi pers.
Baghaei menjelaskan bahwa Iran masih memerlukan waktu untuk mendiskusikan mekanisme penerapan kebijakan tersebut bersama pihak-pihak terkait sebelum keputusan final diberlakukan.
Menurutnya, Iran dan Oman akan menyediakan sejumlah layanan bagi kapal yang melintas sehingga biaya tertentu perlu diterapkan.
“Begitu banyak layanan lain yang akan ditawarkan oleh Iran dan Oman, dan ini akan memerlukan biaya. Oleh karena itu, biayanya akan ada dan ini jelas,” ujar Baghaei.
Ia menegaskan bahwa Iran tidak berniat mengenakan pungutan terhadap hak transit kapal internasional. Namun, biaya akan diberlakukan untuk layanan navigasi Iran, perlindungan lingkungan, asuransi kapal, serta layanan pendukung lainnya.
“Kami selalu menegaskan bahwa kami tidak berusaha memungut biaya transit, namun biaya untuk layanan navigasi, perlindungan lingkungan, asuransi kapal, dan layanan lain yang diperlukan akan dikenakan,” tambahnya.
Pernyataan tersebut berbeda dengan pandangan Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance. Sebelumnya, Vance menyatakan bahwa pemerintah AS berharap tidak ada biaya yang dikenakan kepada kapal yang menggunakan jalur pelayaran tersebut.
Dalam wawancara dengan CNBC, Vance mengatakan bahwa pembukaan Selat Hormuz sebaiknya berlangsung tanpa pungutan biaya dalam jangka panjang, meskipun detail teknisnya masih akan dibahas dalam proses negosiasi lanjutan.
“Harapan kami adalah selat itu akan dibuka dengan cara bebas biaya untuk jangka panjang, dan hal itulah yang akan kami pikirkan dalam negosiasi teknis ini,” kata Vance.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa nota kesepahaman untuk menyelesaikan konflik secara damai dijadwalkan ditandatangani pada 19 Juni di Swiss.
Trump juga memastikan bahwa Selat Hormuz akan kembali dibuka pada tanggal tersebut dan menyebut dirinya telah memerintahkan pencabutan blokade Angkatan Laut Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Di sisi lain, Iran menyatakan jalur pelayaran itu akan kembali dibuka bagi seluruh kapal komersial setelah memorandum resmi ditandatangani oleh kedua pihak.
Menurut laporan kantor berita semi-resmi Fars, lalu lintas kapal melintasi Selat Hormuz nantinya akan diatur oleh Iran melalui koordinasi bersama Oman. Kebijakan tersebut diharapkan dapat menjaga kelancaran perdagangan internasional sekaligus memperkuat pengawasan terhadap aktivitas pelayaran di kawasan strategis tersebut.
Focus Keyphrase digunakan: biaya Selat Hormuz, Iran dan Selat Hormuz, kapal melintasi Selat Hormuz, layanan navigasi Iran, Selat Hormuz Iran.