Beritagosip.com – Malam Minggu (26/7) di Seattle, Amerika Serikat, berubah menjadi tragedi ketika peluru membunuh dua nyawa dan melukai beberapa orang lainnya dalam insiden penembakan di lokasi festival kuliner. Departemen Pemadam Kebakaran Seattle menerima laporan insiden mengerikan itu di sekitar pusat kota pada pukul 6 sore waktu setempat.
Lokasi kejadian berada di Seattle Center, sebuah area publik yang sedang ramai dengan pengunjung festival. Dua korban dinyatakan meninggal dunia di tempat peristiwa, sementara empat orang lainnya, termasuk anak berusia 2 tahun, dilarikan segera ke fasilitas medis terdekat.
Harborview Medical Center melaporkan semua pasien yang masuk mengalami luka tembak dengan tingkat keparahan berbeda. Seorang pasien wanita tercatat dalam kondisi sangat kritis. Luka yang dialami korban tersebar di berbagai lokasi tubuh mencakup lengan, kaki, perut, dan bagian bawah ekstremitas bawah.
Saat insiden berlangsung, Festival Bite of Seattle tengah diselenggarakan dengan menghadirkan ratusan pedagang makanan lokal dan pertunjukan musik live. Acara tahunan ini menarik ribuan pengunjung untuk menikmati kuliner khas kota.
Video yang beredar di media sosial menangkap momen panik yang dialami pengunjung festival. Kerumunan orang terlihat berjalan santai melalui lorong-lorong pedagang sebelum suara tembakan yang keras membuat semua orang berhamburan mencari tempat aman.
Dua saksi mata yang berada di lokasi mengaku mendengarkan tujuh hingga delapan ledakan suara tembakan yang terdengar jelas. Saksi lain melaporkan mendengar puluhan suara rentetan tembakan yang membuat mereka panik.
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum mengumumkan identitas atau deskripsi tersangka pelaku penembakan. Belum juga ada informasi resmi apakah penyerang telah ditangkap atau masih dalam pengejaran. Motif di balik penembakan juga tetap menjadi misteri dan masih dalam proses investigasi.
Menurut laporan dari Gun Violence Archive, penembakan ini merupakan satu dari minimal 271 insiden penembakan massal yang terjadi di Amerika Serikat sepanjang tahun ini, menunjukkan krisis kekerasan senjata yang terus berulang di negara tersebut.