Beritagosip.com – Satuan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) akan mengaktifkan dua unit pesawat helikopter pembomba cairan dan armada teknologi udara tanpa operator penyiram cairan untuk mempertahankan kebakaran hutan dan lahan di lokasi Gunung Bromo, Jawa Timur, yang telah membakar 80 hektare.
Strategi pemadaman dari udara ini dilakukan mengingat medan lapangan yang tidak biasa dan sulit diakses oleh gabungan petugas lapangan.
Kebakaran yang berasal dari Blok Bantengan, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang pada Senin (3/8) petang, kini telah menyebar ke daerah Watu Gede, Kabupaten Probolinggo, Rabu (5/8).
Pemimpin BNPB Letjen TNI Suharyanto menyatakan operasi dari udara ditargetkan bisa beroperasi paling cepat Kamis, (6/8) besok.
“Untuk saat ini kami akan mengaktifkan dua unit [helikopter] ya,” kata Suharyanto di Kota Malang, Rabu (5/8).
Namun demikian, kata dia, model pesawat helikopter yang bakal diturunkan masih menyesuaikan dengan apa yang tersedia mengingat operasi penanggulangan karhutla juga berlangsung serentak di tujuh provinsi lainnya.
“Tersedia berbagai tipe, dapat tipe Mi maupun bisa Sikorsky, nanti kami tentukan yang ada, sebab BNPB juga sedang melakukan operasi penanggulangan karhutla di tujuh provinsi, yakni Sumatera Selatan, Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan,” jelas dia.
Suharyanto menjabarkan bahwa pengerahan dua helikopter ini diikuti riset kondisi lapangan. Dia menyatakan, mengambil pelajaran dari insiden kebakaran Bromo pada 2023, dua pesawat helikopter pembomba cairan dianggap memadai dan menguntungkan.
Di sisi lain, Suharyanto mengatakan, pelaksanaan melalui cara modifikasi iklim belum dapat dilakukan dalam beberapa hari mendatang mengingat situasi cuaca.
“Kami telah berkomunikasi dengan BMKG terkait kemungkinan operasi modifikasi cuaca namun hingga siang ini masih belum terbentuk awan hujan, sehingga dalam beberapa hari operasi modifikasi cuaca belum dapat diselenggarakan,” ucap dia.
Untuk meningkatkan hasil pemadaman di sektor kritis, tim gabungan menggabungkan pesawat helikopter pemadaman dengan inovasi pesawat nirawak atau teknologi drone water spray dengan kapasitas 150 liter.
Pimpinan Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto mengungkapkan, unit teknologi drone ini dikhususkan untuk menyemprot residu bara api yang terjebak di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau.
“Sebagai informasi tambahan bahwa Pimpinan BNPB sore ini baru mengunjungi lokasi kebakaran. Dan atas dukungan beliau dan juga atas kontribusi penuh dari ibu gubernur, selain pesawat helikopter, kami juga mengaktifkan teknologi drone untuk membantu operasi pemadaman api,” kata Gatot.