Beritagosip.com – Mayoritas orang mungkin beranggapan bahwa tubuh manusia adalah sebuah sistem yang sangat terintegrasi dan saling bergantung satu sama lain. Namun pada kenyataannya, dalam situasi medis tertentu, manusia tetap dapat menjalani kehidupan yang normal meskipun beberapa organ vital diangkat melalui prosedur bedah.
Tindakan pengangkatan organ umumnya dilakukan karena alasan-alasan kesehatan yang mendesak. Ada pula individu yang terlahir ke dunia hanya dengan satu organ, padahal secara anatomis seharusnya mereka memiliki dua.
Mengapa manusia tetap dapat hidup ketika organ diangkat? Jawabannya adalah bahwa tubuh memiliki kapasitas adaptasi yang luar biasa serta masih dapat menjalankan fungsi-fungsi esensial dengan bantuan dari organ dan jaringan lain yang tersisa.
Berikut adalah beberapa organ yang ternyata aman untuk diangkat tanpa mengakibatkan kematian seseorang.
Limpa
Limpa adalah organ yang jarang menjadi topik pembicaraan dalam kehidupan sehari-hari. Organ ini terletak di sebelah kiri atas rongga perut dan menjalankan berbagai fungsi signifikan, di antaranya membantu sistem pertahanan tubuh serta menyaring darah yang beredar.
Meskipun demikian, manusia sebenarnya dapat hidup tanpa kehadiran limpa. Menurut ulasan medis yang tercatat dalam publikasi Ther Umsch, limpa tidak termasuk dalam daftar organ yang mutlak diperlukan untuk mempertahankan kehidupan, meski ia memegang peran penting dalam sistem imun, penyaringan darah, dan pembentukan sel darah dalam kondisi tertentu.
Hilangnya limpa membuat individu menjadi lebih mudah terkena infeksi bakteri yang bisa menjadi serius. Itulah mengapa pasien yang menjalani operasi pengangkatan limpa atau yang dikenal dengan splenektomi membutuhkan tindakan perlindungan khusus dan pemantauan berkelanjutan, termasuk program imunisasi yang disesuaikan. Dengan demikian, hidup tanpa limpa bukan berarti tubuh tidak mengalami dampak negatif.
Kandung Empedu
Organ yang berukuran kecil dan berada tepat di bawah hati ini berfungsi dalam menyimpan serta mengkonsentrasikan empedu, yaitu cairan yang memainkan peran penting dalam proses pencernaan makanan oleh tubuh. Apabila kandung empedu harus disingkirkan melalui prosedur operasi, hati tetap akan terus memproduksi empedu secara normal. Perbedaannya adalah bahwa empedu tidak lagi disimpan dalam kandung empedu dan dapat mengalir langsung menuju saluran sistem pencernaan.
Individu dapat menjalani kehidupan tanpa kandung empedu dan tetap mempertahankan pola konsumsi makanan yang sehat setelah menjalani prosedur bedah pengangkatan kandung empedu. Ketika kandung empedu hilang, sistem pencernaan tubuh mengalami penyesuaian, namun hal ini tidak menghentikan fungsi dasar dari tubuh.
Usus Buntu
Nama “usus buntu” identik dengan prosedur operasi dan seringkali dianggap sebagai bagian tubuh yang tidak memiliki fungsi sama sekali. Padahal, usus yang juga disebut dengan apendiks ini terbukti memiliki jaringan limfoid yang berkaitan dengan sistem pertahanan tubuh di area saluran pencernaan.
Meski begitu, manusia dapat bertahan hidup tanpa kehadiran apendiks. Prosedur pengangkatan usus buntu, yang disebut apendektomi, termasuk tindakan bedah yang sangat umum dilakukan, khususnya dalam mengatasi peradangan usus buntu yang akut.
Operasi pengangkatan apendiks tidak menimbulkan dampak negatif jangka panjang yang signifikan, dan individu dapat menjalani kehidupan normal setelah organ ini diangkat.
Ginjal
Manusia pada dasarnya memiliki sepasang ginjal, namun seseorang sebenarnya dapat hidup sepenuhnya dengan hanya memiliki satu ginjal yang berfungsi baik. Fakta ini juga menjadi landasan filosofis di balik program donor ginjal dari orang yang masih hidup. Seseorang yang memenuhi persyaratan medis yang ketat dapat menyumbangkan salah satu ginjalnya kepada individu lain yang membutuhkan, sementara ginjal yang tertinggal terus menjalankan tugas penyaringan darah bagi tubuh.
Orang-orang yang memiliki hanya satu ginjal, entah karena terlahir dengan kondisi tersebut atau karena ginjalnya yang lain telah diangkat ataupun didonorkan, secara umum dapat menjalani kehidupan yang sehat selama ginjal yang tersisa tetap berfungsi optimal.
Meski demikian, kondisi ini tetap membutuhkan perhatian khusus. Individu dengan satu ginjal menghadapi risiko tertentu, seperti peningkatan tekanan darah atau penurunan kualitas fungsi ginjal, sehingga perlu dilakukan pemantauan berkala terhadap fungsi ginjal dan tekanan darah. Kondisi memiliki hanya satu ginjal tidak selalu disebabkan oleh tindakan operasi. Sebagian orang memang terlahir ke dunia dengan hanya satu ginjal.
Paru-paru
Dalam praktik medis modern, operasi untuk mengangkat keseluruhan satu paru-paru disebut sebagai pneumonektomi. Prosedur ini dilakukan dalam keadaan medis yang spesifik, salah satunya adalah untuk menangani kasus kanker paru-paru.
Sesudah operasi dilakukan, paru-paru yang tersisa akan mengambil alih peran fungsi pernapasan untuk seluruh tubuh. Kapasitas fisik individu tentu saja akan mengalami perubahan dan proses pemulihan memerlukan penanganan medis yang intensif, sehingga hidup dengan satu paru-paru tidak sama dengan kondisi memiliki dua paru-paru yang sehat. Namun dari segi fisiologis, satu paru-paru yang sehat masih memungkinkan seseorang untuk tetap hidup.
Hati
Dalam situasi medis tertentu, sebagian dari organ hati dapat diangkat melalui tindakan bedah, sementara jaringan hati yang tersisa akan berkembang dan menyesuaikan diri untuk menjalankan seluruh fungsi yang dibutuhkan oleh tubuh.
Kemampuan adaptasi ini juga memungkinkan dilakukannya prosedur transplantasi hati dari pendonor yang masih hidup. Dalam operasi ini, sebagian dari hati pendonor diangkat dan ditransplantasikan kepada penerima transplantasi. Hati memiliki cadangan kapasitas fungsi yang sangat besar, dan sebagian hati yang tersisa dapat berkembang kembali dalam rentang waktu beberapa minggu setelah sebagian jaringannya diangkat.
Kesimpulannya, dari hilangnya limpa hingga berkurangnya fungsi hati, kapasitas manusia untuk tetap hidup meski kehilangan organ-organ tersebut menunjukkan bahwa tubuh tidak beroperasi berdasarkan prinsip “kehilangan satu organ, semua berhenti berfungsi”.
Ada organ-organ yang fungsinya dapat digantikan oleh organ atau jaringan alternatif lainnya. Sementara itu, ada pula organ yang masih bersisa dan kemudian meningkatkan kapasitas kerjanya untuk mengkompensasi. Organ hati bahkan memiliki kemampuan regenerasi yang menakjubkan untuk tumbuh kembali setelah sebagian jaringannya diambil melalui operasi.
Melihat daftar organ yang dapat diangkat bukan berarti bahwa organ-organ tersebut tidak penting bagi tubuh. Sebaliknya, ini membuktikan tingkat adaptabilitas yang luar biasa dari tubuh manusia ketika menghadapi perubahan struktur yang besar dan drastis.