Beritagosip.com – Karya animasi dari China, Niu Lai, ternyata akan mendapatkan kelanjutan cerita. Xin Yumeng, yang bertindak sebagai pembuat film, mengonfirmasi situasi tersebut sekaligus mengumumkan pekerjaan produksi telah dimulai. Film lanjutan Niu Lai nantinya akan diberi judul Yang Gao.
Keputusan ini diambil mengingat kesuksesan luar biasa karya pertamanya yang tiba-tiba menjadi fenomena box office meskipun sebelumnya mendapat kritik tajam dari publik karena gaya visual yang terasa terlalu sederhana.
Xin Yumeng, sebagaimana dilaporkan The Independent pada hari Selasa (18/8), menjanjikan bahwa kronologi kerja untuk proyek berikutnya ini akan berlangsung jauh lebih efisien dibandingkan dengan karya pertamanya.
Jika Niu Lai membutuhkan masa pengerjaan hingga lima tahun lamanya, dia optimistik Yang Gao tidak akan menghabiskan waktu sejauh itu.
“Kali ini kita tidak perlu menunggu sampai jangka waktu lima tahunan,” ujar Xin Yumeng ketika mengungkap strategi untuk proyek pikirannya yang baru.
Inisiatif berani Xin Yumeng mengerjakan film animasi lanjutan ini sangat dipengaruhi oleh hasil penjualan luar biasa Niu Lai di pasar bioskop.
Didampingi sang ibunda, Sun Lifang, proyek film berdurasi 86 menit itu dikerjakan sepenuhnya oleh mereka berdua saja.
Tanpa memiliki dasar pendidikan formil di bidang seni film, Xin yang sebelumnya menjalankan profesi sebagai arsitek desain interior berani mengambil alih fungsi sejak dari pembuatan model, pengaturan cahaya, pengeditan, sampai pengisi suara karakter.
Dia bahkan merangkai peralatan produksi menggunakan komputer lama yang dia peroleh melalui platform belanja daring.
Menanggapi berbagai kritikan pedas berkait kualitas tampilan visual filmnya yang dianggap kaku serta kasar, Xin Yumeng mengakui menerima segenap masukan dari publik dengan pikiran terbuka.
Namun, dia menegaskan pilihan untuk memprioritaskan ketangguhan narasi cerita daripada menyempurnakan perincian visual dilakukan dengan pertimbangan matang.
Menurutnya, seandainya dia terlalu mengkhususkan upaya pada kesempurnaan rendering visual, film Niu Lai tidak akan pernah mencapai tahap penyelesaian dan sampai ke tangan penonton.
“Apabila kami mengalokasikan segenap energi pada ketepatan rendering, karya ini tidak akan pernah selesai dikerjakan. Antara detail visual dan cerita keseluruhan, saya memilih untuk membiarkan narasi mengalir terlebih dahulu,” ungkapnya.
Xin Yumeng menolak klaim bahwa Niu Lai viral akibat rekayasa strategi promosi yang terencana. Dia menekankan sejak awal dia tidak memiliki sumber dana untuk kampanye promosi berskala besar, sehingga pencapaian filmnya adalah akibat dari interaksi organik di ruang publik digital.
Keterampilan dan pemahaman kaitan ruang yang didapatkan sewaktu menjadi perancang interior kini ia kembangkan untuk merancang latar tempat dalam proyek animasi terbarunya tersebut.