Beritagosip.com – Kawasan Gunung Bromo mengalami kebakaran hutan lahan kembali. Ini adalah peristiwa kedua setelah kebakaran Agustus lalu terjadi. Api meluas cepat di Savana Pengol Desa Ngadas Probolinggo. Angin kencang menyebabkan api merambat ke arah Bukit Teletubbies.
Kebakaran terjadi Kamis sore 10 September pukul 16.00 WIB. Lokasi di kawasan Savana Pengol Desa Ngadas Kecamatan Sukapura. Kabupaten Probolinggo menjadi zona kebakaran hari keempat operasi. Tim gabungan langsung merespons dengan penuh keseriusan maksimal.
Tim pemadaman terdiri dari BPBD Jatim dan Kabupaten Probolinggo. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru turut menggerahkan personel lapangan. TNI dan Polri berkolaborasi membantu operasi pemadaman kebakaran serius. Relawan masyarakat juga terlibat aktif dalam usaha pemadaman.
Medan terjal membuat pemadaman jalur darat tidak bisa dilakukan. Helikopter PK-DAP dikerahkan untuk operasi water bombing efektif. Kapasitas bucket helikopter mencapai 1000 liter penuh setiap kali. Air diambil dari Danau Ranu Pani Senduro Lumajang terdekat.
Water bombing dilakukan 17 kali sepanjang hari mencapai pukul 12.00. Total air yang dicurahkan mencapai 17.000 liter penuh selama operasi. Kabut tebal membuat water bombing terpaksa dihentikan sementara untuk safety. Personel tim bersiaga lapangan memantau perkembangan kebakaran intensif.
Luas area terdampak masih dalam proses pendataan real-time terus. Api sempat merambat ke wilayah Gunung Kursi daerah lebih bawah. Antisipasi dilakukan untuk mencegah api merambat ke area bawah. Setiap perkembangan dimonitor untuk menentukan strategi pemadaman selanjutnya.
Balai Besar TNBTS menutup akses wisata Gunung Bromo dari Jemplang. Penutupan jalur wisata berlaku hingga waktu yang belum ditentukan pasti. Keselamatan pengunjung menjadi prioritas utama ditutupnya akses wisata. Pemulihan kondisi harus dicapai sebelum wisata dibuka kembali.
Kebakaran Agustus lalu berlangsung 13 hari sebelum berhasil dipadamkan. Total luasan lahan terdampak kebakaran mencapai sekitar 1.120 hektare. Api muncul pertama kali 3 Agustus dan dinyatakan nihil 14 Agustus. Kebakaran baru ini menunjukkan kawasan masih dalam kondisi kritis.