Beritagosip.com – Impor baja lapis seng dari China mencapai volume fantastis besar. 2 juta ton per tahun masuk ke pasar Indonesia. Industri lokal Indonesia mengalami tekanan kompetisi sangat signifikan serius. Permintaan pemerintah intervensi semakin keras dari produsen domestik.
Harga baja lapis seng impor jauh lebih murah dari lokal. Produsen China mampu menjual dengan margin sangat tipis ketat. Skala produksi besar China memungkinkan efisiensi biaya tinggi. Industri lokal tidak bisa bersaing harga dengan kapasitas sama.
Kualitas baja impor dari China cukup baik untuk aplikasi. Produk memenuhi standar internasional yang berlaku di market. Konsumen lebih memilih produk impor karena harga murah kompetitif. Pangsa pasar lokal terus menyusut setiap kuartal berlalu.
Produksi baja lokal mengalami penurunan volume signifikan nyata. Pabrik lokal mengurangi shift kerja dan jumlah pekerja. Pengangguran di sektor industri baja meningkat tajam cepat. Ekonomi regional terdampak khususnya di area industrial concentration.
Pemerintah didesak melakukan tindakan proteksi industri lokal cepat. Tarif impor ditingkatkan untuk mengurangi keuntungan harga kompetitif. Quota impor dibatasi untuk melindungi produsen domestik. Investasi industri lokal didorong melalui berbagai insentif program.
Kemitraan dengan China perlu diatur dengan seimbang fair. Investasi dari China di Indonesia harus memberikan benefit lokal. Transfer teknologi menjadi bagian negosiasi kerjasama bilateral kedua. Perlindungan industri lokal bukan berarti tutup isolasionisme total.
Produktivitas industri lokal harus ditingkatkan untuk efisiensi biaya. Inovasi teknologi produksi menjadi investasi prioritas industri. SDM terampil dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing global. Edukasi dan pelatihan ditingkatkan untuk skill karyawan.