Beritagosip.com – Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji memastikan Sarmuji mundur dari DPR setelah resmi masuk Kabinet Merah Putih. Menurut dia, jabatan eksekutif dan legislatif tidak bisa dirangkap.
“Ya pasti (mundur dari anggota DPR), enggak bisa rangkap kan. Kan enggak bisa rangkap antara eksekutif dan legislatif,” kata Sarmuji usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (1/10).
Sarmuji menilai statusnya sebagai anggota DPR otomatis gugur begitu ia menjadi menteri. Namun, jika perlu pengunduran diri secara formal, ia berjanji mengurusnya secepat mungkin.
Perjalanan di DPR
Sarmuji mewakili daerah pemilihan Jawa Timur VI. Ia pertama kali lolos ke Senayan pada Pemilu 2014 dengan 57.586 suara. Dapil itu mencakup Kota dan Kabupaten Blitar, Kota dan Kabupaten Kediri, Kabupaten Trenggalek, serta Kabupaten Tulungagung.
Di DPR, ia bertugas di Komisi VI, kemudian pindah ke Komisi IX dan Komisi XI. Pada 2018, ia menjadi wakil ketua Badan Legislasi. Ia terpilih kembali pada Pemilu 2019 dengan 137.110 suara, lalu memimpin fraksi Partai Golkar di DPR.
Selain itu, Sarmuji menjabat sekretaris jenderal DPP Partai Golkar periode 2024-2029. Sebelumnya, ia juga pernah memimpin DPD Partai Golkar Jawa Timur.
Fokus di Kementerian Perindustrian
Sarmuji menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita. Ia mengaku bebannya berat. “Perindustrian itu adalah kementerian yang menjadi leverage bagi pertumbuhan ekonomi dan penyerapan lapangan kerja,” ujarnya.
Ia akan memprioritaskan industri padat karya, seperti tekstil dan alas kaki. Sarmuji juga berencana berkoordinasi dengan Kementerian Investasi untuk sisi hulu dan Kementerian Keuangan untuk insentif industri.
Dengan Kementerian Perdagangan, ia ingin membahas kebijakan impor agar tidak terlalu bebas bagi produk yang bisa dibuat di dalam negeri.