Beritagosip.com – Perbedaan HIV dan AIDS sering membingungkan karena orang sering menyebut keduanya bersamaan. HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, sedangkan AIDS merupakan tahap paling lanjut dari infeksi HIV.
Apa itu HIV?
HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), virus ini menyerang sel CD4 yang membantu tubuh melawan infeksi.
Setelah masuk ke tubuh, virus memperbanyak diri dan perlahan merusak sel CD4. Tanpa penanganan, kekebalan tubuh semakin lemah sehingga tubuh sulit melawan berbagai penyakit. Namun, orang yang baru terinfeksi belum tentu terlihat sakit.
Sebagian orang mengalami gejala mirip flu, seperti demam atau tidak enak badan, dua sampai empat minggu setelah terinfeksi. Ada pula yang tidak bergejala sama sekali. Karena itu, hanya pemeriksaan HIV yang bisa memastikan status infeksi.
Apa itu AIDS?
AIDS adalah singkatan dari Acquired Immunodeficiency Syndrome. Istilah ini menggambarkan tahap paling lanjut ketika sistem kekebalan tubuh sudah rusak berat. Menurut CDC, seseorang masuk kategori AIDS jika sel CD4 turun di bawah 200 sel/mm³ atau muncul penyakit tertentu penanda AIDS.
Penyakit penanda itu berupa infeksi oportunistik, yakni infeksi yang memanfaatkan sistem kekebalan yang melemah. Jadi, terinfeksi HIV tidak berarti seseorang sudah mengalami AIDS.
Tahapan infeksi HIV tanpa pengobatan
- Awal infeksi: tanpa gejala, atau gejala mirip flu seperti demam, sakit kepala, ruam kulit, dan sakit tenggorokan.
- Kekebalan melemah: kelenjar getah bening membengkak, berat badan turun, demam, diare, dan batuk.
- Rentan penyakit serius: tuberkulosis (TB), meningitis kriptokokus, infeksi bakteri berat, limfoma, hingga sarkoma Kaposi.
Terapi ARV
HIV belum memiliki obat yang menghilangkan virus sepenuhnya dari tubuh. Namun, terapi antiretroviral (ARV) bisa mengendalikannya agar tidak berkembang menjadi AIDS. Terapi ini menghambat kemampuan virus memperbanyak diri sehingga kekebalan tubuh tetap terjaga.
WHO menegaskan bahwa mayoritas orang dengan HIV yang menjalani terapi ARV tidak akan berkembang menjadi AIDS. Bahkan, HIV kini tergolong kondisi kronis, sehingga orang yang mendapat pengobatan dan perawatan tepat dapat hidup panjang dan sehat.