Beritagosip.com – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia sedang mengkaji peluang merger PGN dan Pertagas, yakni PT Perusahaan Gas Negara Tbk dan PT Pertamina Gas. Rencana ini bertujuan menyelaraskan lini bisnis energi dari hulu hingga hilir.
Danantara berharap langkah strategis tersebut menciptakan efisiensi yang lebih besar dalam pengelolaan energi nasional.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menjelaskan wacana peleburan ini muncul karena PGN sudah memiliki saham di atas Pertagas. Dari struktur itu, Danantara melihat potensi besar untuk menyatukan operasional kedua perusahaan.
Karena itu, Danantara kini mendalami opsi integrasi menyeluruh. Fokusnya menghubungkan dan memperkuat sinergi sektor pengolahan tengah (midstream) dan hilir (downstream) migas di bawah satu payung koordinasi.
“PGN, Pertagas kita ya, kan mereka sudah 1 persen kan di atasnya PGN, kan? Nanti kita sedang kaji bagaimana proses konsolidasi ke depannya, ya, antara midstream dan downstream-nya. Jadi ada possibility untuk kita gabung, ya,” ujar Dony usai Executive Breakfast Meeting Dua Tahun Danantara di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (2/10).
Meski begitu, Dony menegaskan rencana merger PGN dan Pertagas tidak bisa berjalan terburu-buru. Danantara memastikan setiap langkah korporasi harus berdasar kajian yang mendalam dan komprehensif supaya berdampak optimal bagi efisiensi energi nasional.
“Kembali lagi kan, memang kajiannya itu harus komprehensif, kan. Tidak bisa kita ambil keputusan apa, tanpa kajian yang mendalam, ya,” pungkasnya.