Beritagosip.com – Makna mindfulness belakangan menyempit menjadi sekadar meditasi untuk menarik diri dari riuhnya dunia. Sebagian orang bahkan menilainya gaya hidup kaum berprivilese. Mereka yang sibuk bertahan hidup merasa sulit bersikap mindful.
Praktisi mindfulness Putra Wiramuda menepis anggapan itu. Menurut dia, latihan ini pada dasarnya mengajarkan kesadaran.
“Sebenarnya tujuan kita berlatih mindfulness itu supaya kita sadar, kan. Sadar apa yang terjadi di diri kita, sadar apa yang terjadi di emosi kita, sadar apa yang sedang kita lakukan saat itu. Termasuk kita juga menyadari dampak dari perilaku yang kita lakukan,” tutur Putra pada Selasa (6/10).
Lulusan Magister Psikologi Universitas Gadjah Mada itu menjelaskan, kesadaran membantu kita melihat masalah lebih jernih. Kita pun bisa mengambil sikap lebih tepat, bahkan ikut meringankan penderitaan orang lain.
Akar dan stigma
Mindfulness berakar dari ajaran Buddha tentang kesadaran berkelanjutan terhadap sensasi tubuh, emosi, dan kondisi mental. Konsep ini erat dengan meditasi. Namun, informasi yang keliru memunculkan stigma bahwa mindfulness sarana mengisolasi diri. Anggapan ‘elitis’ itu mencuat setelah unggahan seorang artis ramai di media sosial.
“Nah kenyataannya, justru malah kalau kita makin mengisolasi diri, kita justru makin tidak mindful. Mindfulness mengajak kita untuk sadar dengan berbagai hal yang ada di diri kita dan sekitar kita,” ujar Putra.
Untuk semua orang
Putra menegaskan, mindfulness dibutuhkan semua orang. Orang yang sedang kesulitan bisa memetik manfaatnya. Orang yang mentalnya baik-baik saja pun tetap perlu berlatih, seperti berolahraga agar tubuh bugar.
“Jauh lebih baik mencegah daripada mengobati. Ketika hidup kita baik-baik saja, ya latihlah mindfulness di kondisi itu,” ujarnya.
Sikap mindful terhadap kabar buruk juga membantu kita melihat masalah secara utuh. Studi Ya Yang dan rekan di jurnal Frontiers in Psychology (2010) mendukung hal ini. Penelitian terhadap 64 peserta itu menunjukkan mindfulness mengurangi efek emosi negatif dari berita. Skor emosi negatif kelompok mindfulness turun dari 17,88 menjadi 15,06. Pada kelompok plasebo, skornya justru naik dari 14,81 menjadi 18,00.
“Nah, mindfulness ajak kita untuk, ‘coba deh, kita lihat masalahnya secara utuh.’ Kita marah boleh, ngamuk-ngamuk jangan. Kita gunakan kemarahan kita dengan cara yang bijak, dengan cara yang tepat, agar bisa lebih tepat sasaran,” ucapnya.