Beritagosip.com – Telur setengah matang untuk bayi berisiko menyebabkan infeksi. Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Piprim Basarah Yanuarso, meminta orang tua tidak memberikan telur mentah maupun setengah matang kepada bayi dan anak.
Telur yang kurang matang bisa mengandung bakteri Salmonella. Bakteri itu memicu infeksi saluran cerna atau salmonelosis, tulis Piprim dalam keterangan IDAI, Senin (12/10).
Gejala Infeksi Salmonella
Infeksi ini dapat menimbulkan diare, demam, nyeri perut, muntah, dan dehidrasi. Pada bayi dan anak kecil, gejalanya bisa lebih berat dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius.
Menurut Piprim, telur mentah atau setengah matang tidak memberi keuntungan gizi yang sebanding dengan risikonya. Sebaliknya, telur matang menjadi sumber protein berkualitas tinggi. Pemasakan yang tepat juga meningkatkan keamanan pangan dan daya cerna protein.
Kapan Bayi Siap MPASI?
IDAI mendukung rekomendasi WHO soal ASI eksklusif selama enam bulan pertama. Setelah itu, ASI berlanjut bersama MPASI hingga anak berusia dua tahun atau lebih.
Pemberian MPASI sebelum usia 4 bulan tidak dianjurkan. Sementara itu, MPASI sejak usia 4 bulan hanya menjadi pertimbangan individual berdasarkan penilaian dokter.
Kesiapan bayi terlihat dari kemampuannya menahan kepala dan leher dengan stabil, duduk dengan bantuan, serta mengoordinasikan gerakan mulut untuk menelan. Penilaiannya harus menyeluruh, bukan dari satu tanda saja.
Tips Aman Olah Telur
Setelah bayi siap, telur boleh diperkenalkan dengan tekstur yang disesuaikan. Pastikan bagian putih dan kuning matang sempurna. Untuk hidangan yang tidak dimasak penuh, gunakan telur pasteurisasi.
Orang tua juga perlu mencuci tangan dan peralatan, mencegah kontaminasi silang, serta menyimpan telur dengan benar. Telur retak atau rusak sebaiknya tidak dipakai.