Beritagosip.com – Kesehatan metabolik sering dikaitkan dengan berat badan ideal dan gula darah normal. Padahal, kondisi ini melibatkan banyak sistem tubuh, dari komposisi tubuh dan kesehatan usus hingga kualitas tidur dan keseimbangan hormon.
Kesehatan metabolik menggambarkan kemampuan tubuh mengolah makanan menjadi energi sambil menjaga gula darah, lemak darah, dan tekanan darah tetap terkendali. Nutrition Education and Training Lead Asia Pacific Herbalife, Vipada Sae-Lao, menyebut metabolisme sehat tak bisa dicapai dengan satu kebiasaan saja.
“Di Asia, kondisi kardiometabolik yang memengaruhi kesehatan jantung dan metabolisme terus meningkat,” kata Sae-Lao dalam keterangannya. Menurutnya, masyarakat Asia cenderung punya risiko metabolik pada indeks massa tubuh yang lebih rendah dibandingkan negara Barat.
1. Jaga Komposisi Tubuh
Berat badan bukan satu-satunya indikator. Perbandingan massa otot dan lemak juga penting. Otot aktif secara metabolik dan memakai energi, bahkan saat tubuh beristirahat. Karena itu, jaga massa otot lewat aktivitas fisik dan protein yang cukup. Terapkan juga pola makan beragam, termasuk lemak sehat dari ikan berlemak, kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak zaitun.
2. Kendalikan Gula Darah
Karbohidrat dipecah menjadi glukosa, lalu insulin membantu glukosa masuk ke sel. Karbohidrat olahan dan gula tambahan yang rendah serat bisa mengganggu pengaturan gula darah. Pilih karbohidrat berserat seperti biji-bijian utuh, lalu imbangi dengan protein, lemak sehat, sayur, dan buah. Olahraga teratur dan jadwal makan yang konsisten juga membantu.
3. Rawat Kesehatan Usus
Usus dihuni triliunan mikroorganisme yang membentuk mikrobioma. Komunitas ini berperan dalam pencernaan, metabolisme zat gizi, dan sistem kekebalan. Konsumsi serat dari sayur, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Makanan fermentasi juga bisa melengkapi. Pilih probiotik sesuai kebutuhan karena manfaatnya berbeda-beda.
4. Cukupi Tidur dan Kelola Stres
Kurang tidur mengganggu hormon rasa lapar dan kenyang serta menurunkan sensitivitas insulin. Stres berkepanjangan juga memengaruhi kortisol, pola makan, dan kualitas istirahat. Orang dewasa umumnya dianjurkan tidur tujuh hingga sembilan jam. Jaga jadwal tidur, batasi kafein di malam hari, dan kurangi gawai sebelum tidur.