Beritagosip.com – Wakil Ketua Komisi IV DPR Alex Indra Lukman meminta Presiden Prabowo Subianto membuka data perusahaan karhutla, terutama yang terkait konsesi lahan dan titik panas di Sumatra dan Kalimantan. Ia menilai pemerintah perlu bergerak karena sejumlah organisasi lingkungan sudah lebih dulu merilis hasil kajian mereka.
“Walhi dan Greenpeace Indonesia telah mengungkap data, ada 52 perusahaan yang terafiliasi dengan modal asal Malaysia dan Singapura terkait Karhutla di Indonesia. Jangan biarkan data ini jadi bola panas di ruang publik, tanpa klarifikasi dan tindakan yang jelas dari pemerintah,” kata Alex, Jumat (16/10).
Menurut politikus Fraksi PDIP itu, keterbukaan data juga mencegah fitnah dan olokan dari negara tetangga. Ia menyinggung “meme jerebu” yang beredar di Malaysia.
Laporan investigasi dan respons Singapura
Greenpeace Indonesia, Greenpeace Malaysia, dan Pantau Gambut merilis laporan pada Senin (5/10). Laporan itu mengaitkan satu perusahaan Malaysia dan empat konsesi milik perusahaan Singapura dengan titik api. Namun, laporan tersebut tidak menuduh mereka menyebabkan kebakaran dan tidak menyimpulkan adanya pelanggaran hukum.
Sementara itu, Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura Grace Fu menyebut asap di negaranya sebagian berasal dari lahan tujuh perusahaan di Indonesia. Badan Lingkungan Nasional (NEA) akan mengirim pemberitahuan langkah pencegahan kepada ketujuh perusahaan itu.
Fu juga menawarkan bantuan kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, termasuk penyemaian awan. “Hingga saat ini, saya belum menerima tanggapan dari dia,” kata Fu, seperti dikutip Channel News Asia.
Korban terus bertambah
Alex turut menyoroti empat orang yang tewas saat memadamkan api di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru pada Kamis (15/10). Data yang ia sebut mencatat 324 korban luka berat dan 23 luka ringan, mayoritas di Kalimantan Tengah.
Selain itu, Kemenkes mencatat 277.075 kasus ISPA di tujuh provinsi per 12 Oktober 2026. “Kami mendesak presiden, jangan tunggu korban terus berjatuhan,” ujar Alex.