Beritagosip.com – Kasus Ebola Nigeria pertama resmi terkonfirmasi. Hasil uji genomik menunjukkan galur virus yang menginfeksi pasiennya nyaris identik dengan kasus perdana di Kenya awal bulan ini.
Menteri Kesehatan Nigeria Muhammad Ali Pate membenarkan analisis genomik itu memperlihatkan benang merah antara galur virus di kedua negara.
“Tampaknya sangat berkaitan dengan kasus yang diidentifikasi pada kasus indeks di Kenya,” ungkap Pate kepada awak media, Sabtu (24/10), menurut AFP.
Otoritas mengumumkan temuan kasus pertama itu kepada publik pada Selasa (20/10). Pasiennya merupakan istri staf Kedutaan Besar Swiss di Abuja, yang baru pulang dari perjalanan ke Uganda pada 3 Oktober.
Merespons temuan itu, Kementerian Luar Negeri Swiss pada Jumat (23/10) buru-buru meluruskan bahwa perempuan tersebut sama sekali tidak pernah menginjakkan kaki di Kongo, episentrum wabah selama ini. Klarifikasi itu sekaligus mementahkan laporan awal pemerintah Uganda.
Di tengah kesimpangsiuran, otoritas kesehatan Afrika kini bergegas melacak sumber awal infeksi. CDC Afrika sempat menduga pasien tanpa sengaja berkontak dengan kasus pertama Kenya di bandara, mengingat keduanya terbang dari Uganda pada hari yang sama.
“Tidak ada bukti perjalanan dari kasus indeks di Kenya yang menghubungkannya ke Nigeria, tetapi virusnya tampak saling berkaitan,” kata Pate menambahkan.
Lewat platform X, Pate menegaskan kasus di negaranya “sangat mirip dengan yang ada di Kenya.”
Kemunculan pasien di Abuja menjadikan Nigeria negara Afrika keempat yang terseret wabah Ebola spesies Bundibugyo, menyusul Kongo, Uganda, dan Kenya.
Wabah demam berdarah viral ini awalnya meledak di timur laut Kongo pada Mei lalu. Virus itu kemudian merembet ke Uganda yang mencatat 20 kasus terkonfirmasi dan dua kematian, sebelum penularan di sana berakhir pada Agustus.
Merujuk data WHO per 20 Oktober, total penularan wabah ini sudah menembus lebih dari 9.700 kasus terkonfirmasi, dengan 4.690 nyawa di antaranya tak berhasil diselamatkan.