Beritagosip.com – Pemilu Israel berlangsung besok, Selasa (27/10). Pemenangnya menentukan siapa yang memimpin pemerintahan berikutnya.
Warga memilih daftar partai, bukan kandidat individu. Kursi Knesset terbagi secara proporsional murni, dan partai harus melewati ambang batas 3,25 persen suara nasional.
Sebanyak 37 partai ikut serta, termasuk Likud pimpinan Netanyahu. Namun menjadi partai terbesar saja tidak cukup: perdana menteri butuh dukungan 61 kursi, dan tidak ada partai yang pernah menang mayoritas sendirian.
Artinya, koalisi jadi kunci. Peneliti CFR Elliot Abrams menyebut isu seperti posisi partai Arab, wajib militer kelompok ultra-ortodoks, hingga sikap oposisi terhadap Netanyahu bisa mempersulitnya.
Para Pesaing Netanyahu
Netanyahu tetap calon kuat: Likud menang 9 dari 17 pemilu yang ia ikuti. Namun koalisinya tak sekukuh dulu, setelah Ben Gvir keluar pada 2025 dan Smotrich membentuk aliansi baru dengan Zehut pada September 2026.
Gadi Eisenkot santer jadi pesaing terkuat. Mantan jenderal itu mendirikan Partai Yashar setelah keluar dari Knesset dan aliansi National Unity Benny Gantz. Survei pro-Netanyahu Channel 14 memprediksi Likud meraih 30 kursi dan Eisenkot 20 kursi.
Naftali Bennett, PM Israel pada 2021-2022, membentuk partai Bennett 2026 yang kemudian melebur dengan Yesh Atid milik Yair Lapid menjadi aliansi Beyachad, berhaluan sayap kanan tengah dan fokus reformasi wajib militer.
Yair Golan, eks kepala staf IDF, memimpin Partai Demokrat sebagai kandidat berikutnya.
Avigdor Lieberman, tokoh sayap kanan vokal penantang Netanyahu, mendirikan Israel Beytenu pada 1999 untuk mewadahi imigran Yahudi berbahasa Rusia.
Banyak pihak menilai pemilu Israel kali ini penuh ketidakpastian hingga negosiasi terakhir.