Beritagosip.com – Menlu RI Arrmanatha Nasir dan Menlu Singapura Vivian Balakrishnan bertemu di Gedung Kemlu RI, Selasa (27/10), membahas karhutla, penguatan bilateral, dan persiapan 60 tahun hubungan diplomatik pada 2027.
Tata, sapaan Arrmanatha, menyebut hubungan kedua negara cukup matang untuk membicarakan perbedaan secara konstruktif dengan tetap menghormati proses domestik masing-masing.
“Menjadi tetangga yang baik bukan sekadar slogan, melainkan wujud dari tanggung jawab dan rasa hormat bersama,” kata Tata.
Karhutla: Korban Pertama Rakyat Indonesia
Terkait kabut asap lintas batas, Tata menegaskan posisi Indonesia.
“Perlu saya tegaskan, korban pertama dari kebakaran ini adalah rakyat Indonesia sendiri,” ujarnya.
Presiden Prabowo menetapkan penanganan karhutla sebagai prioritas nasional. Indonesia mengerahkan sekitar 71 ribu personel dan 51 sarana udara di berbagai provinsi prioritas, memakai water bombing, es kering, hingga modifikasi cuaca.
Indonesia memahami kekhawatiran tetangga dan menghargai tawaran bantuan, tetapi akan menimbangnya sesuai kebutuhan lapangan.
Satgas Bersama Buru Korporasi
Kedua negara sepakat memperkuat kerja sama menindak perusahaan terkait karhutla. Ratusan individu dan lebih dari 50 korporasi telah atau sedang dalam proses hukum.
“Asap bisa melintasi batas negara, begitu pula dengan aliran dana,” kata Tata.
Singapura menyetujui usulan satgas bersama untuk pertukaran informasi, intelijen keuangan, dan bukti lintas negara, berpotensi mendukung pemulihan aset. Vivian berjanji menindak perusahaan terdaftar di negaranya lewat kewenangan hukum dan regulasi.
“El Nino adalah fenomena yang semula jadi, tapi kebakaran hutan dan lahan disebabkan aksi manusia, jadi kita ada tanggung jawab menyelamatkan kesehatan semua warga negara Indonesia dan Singapura,” kata Vivian.
Di luar karhutla, keduanya menindaklanjuti 26 perjanjian yang diteken Presiden Prabowo dan PM Lawrence Wong pada Juli 2026. Vivian menyebut Singapura investor asing terbesar di Indonesia sejak 2014 dan siap mengemban keketuaan ASEAN 2027, tahun yang sama dengan peringatan “Rising 60”.