Beritagosip.com – Wacana berbagi kekuasaan antara blok Benjamin Netanyahu dan Gadi Eisenkot mulai mencuat di Israel, seiring keengganan kedua kubu menggandeng partai-partai Arab.
Laporan Channel 14 menyebut usulan itu menempatkan Netanyahu sebagai perdana menteri dua tahun pertama sebelum menyerahkan kursi ke Eisenkot. Sebagai gantinya, Eisenkot disebut harus pensiun dari politik dan Netanyahu menerima pengampunan penuh atas kasus korupsinya.
Channel 14 melaporkan Presiden Isaac Herzog berupaya mendorong kesepakatan itu, bahkan sejak dua tahun lalu, untuk mengurai kebuntuan pasca pemilu 27 Oktober.
Kantor Herzog membantah keras, menyebut laporan itu “kebohongan total”.
“Hal itu tidak pernah terjadi. Kami tidak terlibat dalam spekulasi mengenai proses penugasan pembentukan pemerintahan,” demikian pernyataan resminya.
Kantor presiden menambahkan hasil resmi pemilu baru diserahkan ke Herzog pada Rabu (4/11), sebelum konsultasi konstitusional dengan faksi-faksi parlemen.
Angka yang Tak Kunjung Cukup
Channel 12 mencatat blok Netanyahu meraih 53 kursi, blok Eisenkot 48, dan partai Arab 19, belum ada yang mencapai 61 dari 120 kursi. Penghitungan suara khusus dari tentara dan diplomat masih berjalan, dengan partisipasi pemilih tertinggi sejak 1999 sebesar 77,7 persen.
Netanyahu sendiri masih menjalani persidangan korupsi dan menghadapi surat perintah penangkapan ICC terkait Gaza. Ia dikabarkan ingin dua tahun pertama demi melanjutkan kerja sama dengan Donald Trump.