Beritagosip.com – AirNav Indonesia memamerkan sejumlah inovasi navigasi penerbangan dalam sesi Business Briefing rangkaian Aviation Safety and Security Reverse Trade Mission yang digelar USTDA di Arlington, Virginia, Selasa (27/10).
Direktur Teknik Zainal Arifin Harahap menyebut pengembangan teknologi diarahkan menjawab kebutuhan operasional di wilayah kepulauan.
“Mengelola navigasi penerbangan di negara kepulauan menuntut adaptasi teknologi yang berkelanjutan. Kami tidak hanya berfokus menjaga keandalan fasilitas komunikasi, navigasi, dan pengawasan (Communication, Navigation, and Surveillance/CNS) yang ada, tetapi juga aktif mengembangkan inovasi berbasis digital dan kecerdasan buatan (AI) guna menjawab tantangan ruang udara yang semakin padat dan dinamis,” ujar Zainal dalam keterangan resmi, Jumat (30/10).
AirNav melayani dua FIR, Jakarta dan Ujung Pandang, seluas sekitar 7,79 juta kilometer persegi dengan hampir 5.000 penerbangan per hari dan perbatasan dengan 10 FIR negara tetangga.
Inovasi yang Dipamerkan
Sistem FF-ICE untuk pertukaran informasi penerbangan sudah didemonstrasikan di APAC TBO Pathfinder Conference di Hanoi, Juli 2025.
AirNav juga mengembangkan penyusunan NOTAM berbasis AI bersama Telkom University, memakai model bahasa besar untuk mengubah masukan bahasa biasa menjadi format terstandar.
Di bidang pemantauan ada GNSS Radio Frequency Interference Monitoring yang mendeteksi gangguan sinyal satelit secara waktu nyata. Lalu ada EMIRA, sistem manajemen lalu lintas udara kembangan internal, dan ADS-B berbasis Internet of Things untuk memperluas cakupan pengamatan.
Rencana ke depan mencakup Remote/Digital Tower untuk bandara berlalu lintas rendah, SBAS dengan riset ionosfer ekuatorial, dan TLS untuk pendekatan pendaratan presisi di bandara terbatas.
“Forum ini membuka ruang kolaborasi teknis guna memastikan sistem navigasi nasional selaras dengan perkembangan standar keselamatan penerbangan global,” kata Zainal.