Beritagosip.com – Konflik berkepanjangan di Jalur Gaza kembali menelan korban, kali ini bukan hanya dari medan tempur, tapi juga dari dalam tubuh militer sendiri. Dalam dua pekan terakhir, lima tentara Israel dilaporkan bunuh diri akibat stres berat dan trauma pertempuran.
Media Russia Today (RT) mengungkap, kelima prajurit tersebut terdiri dari personel wajib militer dan cadangan. Mereka sebelumnya baru menyelesaikan tugas tempur di tujuh front berbeda yang memperpanjang masa dinas mereka.
Lonjakan Bunuh Diri Sejak 2023
Fenomena bunuh diri di tubuh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menunjukkan tren mengkhawatirkan.
Data menunjukkan, hingga akhir 2023, terdapat 7 kasus bunuh diri. Jumlah itu melonjak menjadi 21 kasus di tahun 2024, dan 20 kasus lainnya tercatat hanya dalam paruh awal 2025.
Salah satu kasus terbaru melibatkan imigran asal Norwegia berusia 19 tahun yang belum genap setahun menjalani pelatihan di IDF. Kasus lain termasuk prajurit Brigade Golani yang menembak dirinya di pangkalan Sde Teiman, serta Daniel Edri, prajurit cadangan yang nekat membakar diri usai didiagnosis PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder).
Trauma Tempur Jadi Masalah Serius
Pihak militer menyebut, kasus-kasus ini berkaitan langsung dengan trauma psikologis akibat pertempuran. Bahkan, sejumlah prajurit cadangan dilaporkan menarik diri dari tugas karena tekanan mental yang tidak tertahankan.
Pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid, turut menyoroti persoalan ini.
“Perang ini juga membunuh mental,” ujarnya tegas.
“Kita tidak bisa bernapas lega menghadapi statistik ini.”
Data Sebenarnya Bisa Lebih Besar
Menurut laporan Haaretz, angka bunuh diri yang tercatat bisa jadi hanya puncak dari gunung es. Banyak kasus diyakini belum dilaporkan atau disembunyikan demi menjaga moral publik dan citra militer.