Beritagosip.com – Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) menegaskan perlunya evaluasi rencana pemindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Menurut BHS, peninjauan ulang penting untuk memastikan IKN mampu menggantikan Jakarta sebagai pusat pemerintahan. Dalam keterangannya di Jakarta, Senin (12/8), ia menyoroti aspek akomodasi bagi warga ibu kota.
BHS mengingatkan Jakarta selama ini menjadi pusat pemerintahan yang dikunjungi sekitar 10 juta jiwa, dengan moda transportasi memadai untuk pergerakan tersebut. “Saat ini mereka bisa menggunakan berbagai moda transportasi apa pun, bahkan dengan jalan kaki,” ujarnya.
Namun, jika ibu kota pindah ke IKN, masyarakat akan membutuhkan transportasi udara dan laut untuk menjangkaunya. Menurut BHS, jika 2 juta orang menggunakan angkutan udara dengan tarif Rp1,5 juta, total biaya transportasi bisa mencapai Rp3 triliun per hari.
Jumlah ini belum termasuk biaya penginapan. Ia memperkirakan, rakyat dapat mengeluarkan dana triliunan rupiah per tahun hanya untuk mengakses IKN. “Inilah beban dan pengorbanan rakyat akibat kebijakan pemindahan ibu kota,” tegasnya.
BHS juga menyoroti keterbatasan infrastruktur udara di Kalimantan Timur. Bandara Sultan Aji di Balikpapan hanya memiliki 30 parking stand pesawat, sementara Bandara IKN hanya dapat menampung 600 penumpang per hari.
“Belum lagi wilayah Sumatera, Sulawesi, Bali, dan NTT yang akan menuju IKN. Ini harus dikaji mendalam,” katanya.