Pentingkah Kehadiran Media Sosial Bagi Seseorang Untuk Berhubungan

Beritagosip.com – Pada era digital seperti sekarang ini, Pentingkah Kehadiran Media Sosial Bagi Seseorang Untuk Berhubungan? Kehadiran media sosial kerap diapresiasi sekaligus disalahkan atas pengaruhnya terhadap kehidupan asmara seseorang.

Diapresiasi, karena kedua hal tersebut mempermudah seseorang terkoneksi dan berkomunikasi dengan pasangan atau calon pasangan yang tinggal jauh darinya. Mereka yang memiliki kesamaan minat bisa dengan mudah bertemu di ruang-ruang digital.

Pada 2011, seorang perempuan bernama Robin Coe menemukan akun Instagram pasangan yang dinikahinya tahun 2013, Matthew Fleming. Robin tertarik dengan foto-foto perjalanan bersepeda yang diunggah Matt. Dari ketertarikan itu, sejoli ini memulai percakapan, tidak hanya lewat Instagram, tetapi juga via e-mail dan Skype. Kisah cinta mereka sering diunggah di Instagram, bahkan post terkait pertunangan Robin dan Matt sempat mendapat lebih dari 10.000 likes dari para pengikut.

“Bila bukan karena Instagram, kami tidak akan bertemu, dan media sosial membuka kesempatan bagi saya untuk melihat petualangan orang-orang dan mendekatkan mereka dengan saya,” ungkap Robin.

Pengaruh internet dan media sosial bagi sebagian pasangan diafirmasi pula oleh temuan survei Pew Research Center terhadap 2.252 warga AS usia 18 tahun ke atas. Pada tahun 2014, mereka mencatat, 10% pengguna internet yang menemukan pasangannya mengatakan bahwa internet membawa dampak besar bagi relasinya, sementara 17% lainnya mengaku dampaknya tidak begitu besar.

Sisi Gelap Kehadiran Media Sosial dalam Konteks Berelasi

Menurut psikiater dan penulis dari New York, Marlynn Wei M.D., J.D. dalam artikel bertajuk “How To Keep Social Media From Complicating Your Relationship” di Psychology Today, kehadiran media sosial bisa saja menimbulkan efek buruk bagi seseorang. Pasalnya, hal ini kerap digunakan untuk mencari informasi terkait pasangan dan mengawasinya.

Kegiatan mengawasi pasangan dapat mendatangkan stres ketika seseorang berusaha menginterpretasi informasi yang diperolehnya dari media sosial. Semakin tinggi tingkat ketidakpastian dalam hubungan serta level ketakutan akan masa depan relasi, dan semakin rapuh ikatan emosional dengan pasangan, semakin mungkin ia merasakan tekanan saat mendapati informasi-informasi di media sosial mengenai pasangannya.

READ  Bulan Belanja e-cash! Mandiri e-cash Gandeng 4 ecommerce

Mengutip studi-studi terdahulu, Wei menyatakan masih ada perdebatan soal efek penggunaan media sosial. Ada yang menganggap, intensitas tinggi pengaksesan Facebook berhubungan dengan kecemburuan. Ada pula penelitian yang menemukan bahwa penggunaan Twitter secara aktif berimbas pada konflik terkait media sosial tersebut, termasuk peningkatan ketidaksetiaan, putus hubungan, dan perceraian.

Kendati demikian, menurut Wei, sulit untuk mengidentifikasi apakah kandasnya relasi benar-benar disebabkan oleh penggunaan media sosial, kondisi relasi pasangan yang memang telah rapuh akibat komunikasi yang buruk, atau kombinasi keduanya.

teknobos.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *