Patimban Deep Sea Port – Pelabuhan Patimban

Berita Gosip – Patimban Deep Sea Port – Pelabuhan Patimban

Pelabuhan Patimban merupakan proyek patungan antara pemerintah Jepang dan Indonesia. Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan yang dilakukan antara Presiden Joko Widodo dengan Perdana Manteri Jepang, Shinzu Abe pertengahan Januari 2015 lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Jepang dan Indonesia sama-sama sepakat untuk memulai pembangunan awal 2018. Untuk menuju target tersebut, kedua negara juga bersepakat membentuk perusahaan patungan.

Patimban – Proyek Strategis Nasional

Berbagai infrastruktur transportasi penunjang yang terintegrasi seperti jalan tol dan kereta api direncanakan untuk melengkapi Pelabuhan Patimban.

Perizinan seperti Analisis Mengenai Dampak Lingkungan atau Amdal, sudah sepenuhnya selesai tinggal menanti penyelesaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW Nasional) yang masih dibahas oleh pemerintah pusat.

Beberapa kementerian selain Kemenhub juga dilibatkan seperti Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Agraria dan Tata Ruang dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas.

Mengenai penyusunan gambar kerja detail atau detailed engineering design untuk proyek Pelabuhan Patimban, Kementerian Perhubungan memiliki target selesai pada Juni 2017.

Pendanaan Patimban Deep Sea Port

Terkait soal pendanaan, Proyek Pelabuhan Patimban ini menelan biaya hingga 3 miliar dolar Amerika Serikat atau setara dengan Rp 40 triliun. Dana itu diperoleh dengan menggunakan pinjaman lunak dari pemerintah Jepang melalui Japan International Coorporation Agency (JICA).

Target soft launching pada Januari tahun 2019. Pelabuhan Patimban dirancang untuk dapat terintegrasi dengan Pelabuhan Utama Tanjung Priok demi meningkatkan efisiensi distribusi logistik di tanah air.

Belajar dari Pelabuhan Cilamaya yang Batal Dibangun

Pemerintah Provinsi Jabar sudah menuntaskan revisi Peraturan Daerah RTRW Barat yang memasukan Pelabuhan Patimban untuk menggantikan rencana pembangunan Pelabuhan Cilamaya di Kabupaten Karawang.

Kajian rencana pembangunan pelabuhan Cilamaya berlangsung dari zaman presiden SBY, prosesnya memakan waktu yang lama dengan hasil kajian yang dinilai kurang lengkap.

READ  Apartemen Meikarta Terjual Laris saat Grand Launching

Akhirnya pelabuhan Cilamaya batal dibangun, karena beberapa faktor misalnya masalah keamanan, lantaran lokasi tersebut banyak dilalui saluran pipa gas. Perencanaan pembangunan pelabuhan Cilamaya dinilai membahayakan infrastruktur dari Blok Offshore North West Java atau ONWJ.

Baca juga proyek meikarta.

Follow, like dan subscribe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Sorry, Content is protected