Bahasa Isyarat, Sejarah Bahasa Isyarat dan Problemnya

Sejarah Bahasa Isyarat

Sejarah Bahasa Isyarat

Kelompok tuna rungu telah menggunakan bahasa isyarat sepanjang sejarah. Salah satu catatan yang tertulis paling awal dari penggunaan bahasa isyarat adalah dari abad 5 SM, di Plato’s Cratylus, di mana Socrates mengatakan:

“Jika kita tidak memiliki suara atau lidah, dan ingin mengungkapkan sesuatu satu sama lain, bukankah kita mencoba membuat tanda dengan menggerakkan tangan, kepala, dan bagian tubuh lainnya… “

Sampai abad ke-19, sebagian besar dari apa yang kita ketahui tentang bahasa isyarat terbatas pada abjad manual (fingerpelling systems) yang ditemukan untuk memudahkan transfer kata dari bahasa lisan ke bahasa isyarat.

Hal ini bukanlah merupakan dokumentasi penggunaan bahasa isyarat itu sendiri. Adalah Pedro Ponce de León (1520-1584) seseorang yang diduga telah mengembangkan abjad manual pertama.

Sejarah Bahasa Isyarat di Spanyol

Pada tahun 1620, Juan Pablo Bonet menerbitkan Reducción de las letras y arte para enseñar seekor hablar a los mudos (‘Pengurangan huruf dan seni untuk mengajar orang bisu untuk berbicara’) di Madrid.

Ini dianggap sebagai risalah modern pertama fonetik bahasa isyarat, yang menetapkan metode pendidikan lisan untuk orang tuna rungu dan alfabet manual.

Sejarah Bahasa Isyarat di Inggris

Di Inggris, abjad manual juga digunakan untuk sejumlah tujuan, seperti komunikasi rahasia, berbicara di depan umum, atau komunikasi oleh orang-orang tuna rungu.

Pada tahun 1648, John Bulwer, dia adalah orang pertama di Inggris yang mengusulkan untuk mendidik orang-orang tuna rungu dan mempersuasi kalangan akademi untuk mendiskusikannya.

Bulwer menggambarkan kisah tentang “Master Babington”, seorang tuna rungu yang mahir dalam penggunaan alfabet manual.

Master Babington diceritakan bahwa Ia berkomunikasi dengan mengendalikan jemarinya, sehingga istrinya dapat berbicara dengannya dengan mudah, bahkan dalam kegelapan melalui penggunaan sentuhan.

Sejarah Bahasa Isyarat di Skotlandia

Pada tahun 1680, George Dalgarno , seorang intelektual asal Skotlandia yang tertarik akan linguistik menerbitkan Didascalocophus atau The deaf and dumb mans tutor, di mana dia mempresentasikan metode pendidikannya sendiri.

Termasuk sebuah alfabet “arthrologis”, di mana huruf-hurufnya ditunjukkan dengan menunjuk ke sendi jari yang berbeda pada telapak tangan kiri.

Sistem arthrologi telah digunakan oleh orang-orang untuk beberapa lama dan sebagian ahli telah berspekulasi bahwa arthologi dapat dilacak pada era abjad Ogham awal.

Ogham merupakan abjad abad pertengahan yang digunakan untuk menulis bahasa Irlandia kuno.

American Sign Language

ASL disebut-sebut pertama kali dikembangkan di American School for Deaf (ASD), yang didirikan di Hartford, Connecticut pada tahun 1817.

Awalnya dikenal sebagai The American Asylum, For The Education And Instruction Of The Deaf And Dumb. Sekolah ini didirikan oleh seorang sarjana teologi Thomas Hopkins Gallaudet.

Gallaudet, terinspirasi setelah dirinya berhasil dalam menunjukkan kemampuan belajar seorang gadis tuna rungu Alice Cogswell.

Gallaudet pergi ke Eropa untuk belajar tentang pedagogi kasus tuli dari institusi – institusi di Eropa.

Akhirnya, Gallaudet memilih untuk mengadopsi metode dari Institut National de Jeunes Sourds de Paris.

Gallaudet juga meyakinkan Laurent Clerc, asisten pendiri sekolah Charles-Michel de l’Épée, untuk menemaninya kembali ke Amerika Serikat.

Sekembalinya, Gallaudet bersama Laurent Clerc berhasil memperoleh funding untuk mendirikan ASD pada tanggal 15 April 1817.

Problem Bahasa Isyarat

Problem pada penggunaan isyarat dalam berkomunikasi adalah belum terdapatnya metode yang sukses diterapkan secara universal.

Gesture bisa saja berbeda di negara-negara yang berbahasa sama. Misalnya saja, Amerika Serikat dan Inggris meskipun memiliki bahasa tertulis yang sama, memiliki metode gerak yang ternyata berbeda (American Sign Language dan British Sign Language).

Hal yang sebaliknya juga berlaku. Ada negara-negara yang memiliki bahasa tertulis yang berbeda (contoh: Inggris dengan Spanyol), namun menggunakan bahasa isyarat yang sama.

Untuk di Indonesia sendiri, terdapat dua sistem bahasa yang berlaku, Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) dan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI).

Baca juga Artikel Sejarah lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Sorry, Content is protected