Beritagosip.com — Presiden Prabowo Subianto memerintahkan perusahaan aplikasi seperti Gojek dan Grab untuk memberikan Bonus Hari Raya (BHR) kepada driver dan kurir online. Namun, keputusan ini menuai respons kritis dari para driver ojol.
Ketua Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI), Lily Pujiati, menyatakan penerimaan atas BHR dengan beberapa catatan. “Ya, kami menerima BHR, tapi ada catatan penting,” ujarnya, Selasa (11/3/2025).
Lily menilai pemberian BHR berdasarkan keaktifan driver sangat diskriminatif. “Platform hanya memberi bonus kepada mitra juara atau andalan, padahal semua driver berkontribusi pada keuntungan perusahaan,” tegasnya.
Driver ojol juga menuntut BHR diberikan kepada semua pengemudi, termasuk yang non-aktif atau sudah putus mitra (PM). “Mereka sudah membeli atribut dan menanggung biaya operasional seperti BBM, parkir, dan servis kendaraan. Ini semua menguntungkan platform,” jelas Lily.
Selain itu, Lily menekankan bahwa semangat THR adalah berbagi kepada sesama. “Tidak ada alasan bagi platform untuk tidak membayar THR kepada semua driver, termasuk yang non-aktif atau PM,” tambahnya.
Surat Edaran (SE) tentang BHR akan diumumkan oleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli pada Selasa sore. Namun, driver ojol berharap kebijakan ini dapat lebih adil dan mempertimbangkan kontribusi semua pihak.