Beritagosip.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkap fakta mengejutkan soal warga sipil yang menjadi korban tewas dalam insiden ledakan pemusnahan amunisi di Garut. Ia menyebut para korban bukan hanya warga biasa, tapi sudah lama membantu TNI dalam proses pemusnahan.
Menurut Dedi, sebagian korban bahkan telah menjalani profesi tersebut selama bertahun-tahun. Ada yang mengaku telah bekerja membantu TNI selama 10 tahun.
“Mereka pengakuannya bekerja di sana. Sudah cukup lama, ada yang sampai 10 tahun membantu dan menjadi profesi yang ditekuni setiap hari,” ujar Dedi saat mengunjungi keluarga korban di RSUD Pameungpeuk, Selasa (13/5).
Komitmen Pemprov untuk Anak Korban
Dedi memastikan bahwa Pemprov Jawa Barat akan menanggung seluruh kebutuhan hidup dan pendidikan anak-anak korban yang belum menikah. Ia menyatakan bahwa ini merupakan bentuk tanggung jawab langsung dari pemerintah daerah.
“Pendidikannya, kehidupan sehari-harinya, biar nanti kami yang ambil alih. Itu jadi tanggung jawab gubernur,” kata Dedi.
Bantuan pendidikan akan diberikan sampai jenjang perguruan tinggi. Selain itu, Pemprov juga memberikan santunan sebesar Rp50 juta per korban kepada pihak keluarga.
Penjelasan TNI dan Investigasi
Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayor Jenderal Kristomei Sianturi, mengungkap bahwa keberadaan warga sipil di lokasi pemusnahan amunisi berkaitan dengan aktivitas mengumpulkan serpihan logam pasca-ledakan.
“Sudah jadi kebiasaan apabila setelah peledakan itu masyarakat mendekat untuk mengambil sisa-sisa serpihan logam, tembaga, atau besi. Karena itu punya nilai jual,” terang Kristomei.
Namun, pernyataan ini menimbulkan pertanyaan tentang keamanan di sekitar area ledakan. Bagaimana warga bisa sedekat itu dengan zona berbahaya masih menjadi misteri yang tengah diselidiki.
Brigadir Jenderal Wahyu Yudhayana, Kepala Dinas Penerangan TNI AD, menyatakan bahwa hal tersebut menjadi bagian penting dalam investigasi internal yang sedang berlangsung.
“Itu masuk dalam substansi yang sedang diselidiki. Mohon beri kesempatan tim investigasi bekerja,” ujar Wahyu pada Selasa (12/5).