Beritagosip.com – Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) buka suara soal keputusannya jarang tampil di media sosial, khususnya platform X (sebelumnya Twitter). Ia menegaskan, alasan utamanya adalah etika politik: Indonesia hanya punya satu presiden.
Pernyataan ini disampaikan SBY saat berbincang dengan Gita Wirjawan dalam siaran YouTube yang tayang Kamis (19/6/2025). Ia menilai bahwa terlalu banyak bicara di ruang publik justru tak baik, terutama dari sosok yang pernah menjabat sebagai kepala negara.
“Saya jarang sekali mengeluarkan tweet. Nanti kalau terlalu banyak bicara enggak bagus. Presiden kita hanya satu, mataharinya satu,” kata SBY, Jumat (20/6/2025).
Respons Tarif Impor AS
SBY turut mengomentari kebijakan tarif 32 persen dari Presiden AS Donald Trump terhadap seluruh barang impor dari Indonesia. Ia menilai langkah Indonesia melakukan negosiasi langsung ke AS sudah tepat, meski hasil akhirnya masih penuh ketidakpastian.
“Kalau everything berada di tangan Donald Trump, bahkan menterinya pun belum tentu bisa kasih persetujuan dalam negosiasi,” ujarnya.
SBY pun mendorong pemerintah—terutama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto—untuk menyampaikan hasil negosiasi ke publik, agar tidak menimbulkan asumsi liar di masyarakat.
Dukung Sikap ASEAN
Tak hanya itu, SBY juga memuji langkah Presiden Prabowo Subianto yang memilih membangun solidaritas bersama negara-negara ASEAN dalam merespons kebijakan Trump. Menurutnya, kebersamaan kawasan sangat penting agar negara-negara Asia Tenggara tidak saling bentrok kebijakan.
“Patut kalau ada kebersamaan ASEAN. Jangan sampai antara negara ASEAN ikut-ikutan mengenakan tarif, itu lebih runyam,” ujar Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu.
Sebagai informasi, Presiden Prabowo telah menggelar telewicara dengan empat pemimpin ASEAN, yakni PM Malaysia Anwar Ibrahim, Sultan Brunei Hassanal Bolkiah, Presiden Filipina Marcos Jr., dan PM Singapura Lawrence Wong, membahas tarif AS tersebut.
Langkah lebih lanjut, Prabowo juga telah mengutus Airlangga ke Washington DC untuk bernegosiasi langsung dengan pemerintah AS.
“Saya akan kirim Pak Airlangga ke Washington. Kita akan diskusi dan negosiasi,” tegas Prabowo.