Beritagosip.com – Serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap tiga fasilitas nuklir utama milik Iran pada Minggu (22/6/2025) waktu setempat memicu gelombang reaksi dari pemimpin dunia. Mulai dari pujian dari Israel, kecaman keras dari negara Amerika Latin, hingga seruan de-eskalasi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), respons dunia mencerminkan kekhawatiran mendalam atas potensi eskalasi konflik di Timur Tengah.
Pujian dari Israel
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyambut baik keputusan Presiden Trump. Ia menyebut serangan ini sebagai langkah berani dan strategis.
“Sejarah akan mencatat bahwa Presiden Trump bertindak untuk menolak rezim paling berbahaya di dunia mendapatkan senjata paling berbahaya di dunia,” kata Netanyahu.
PBB dan Sekjen Guterres: Harus Dihentikan
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengungkapkan keprihatinan mendalam. Ia menyebut serangan tersebut sebagai “eskalasi berbahaya” dan mendesak semua negara untuk menahan diri.
“Tidak ada solusi militer. Satu-satunya jalan ke depan adalah diplomasi. Satu-satunya harapan adalah perdamaian,” tegas Guterres.
Seruan Diplomasi dari Negara-Negara Barat
Selandia Baru melalui Menlu Winston Peters menyatakan keprihatinan terhadap penggunaan kekuatan militer dan meminta semua pihak untuk kembali ke meja perundingan.
Australia, lewat juru bicaranya, menyebut program nuklir Iran sebagai ancaman, namun menekankan pentingnya dialog dan de-eskalasi.
“Kami mencatat pernyataan Presiden AS bahwa sekarang adalah waktu untuk perdamaian,” kata perwakilan Australia.
Kecaman dari Amerika Latin
Venezuela, melalui Menteri Luar Negeri Yvan Gil, secara terbuka mengecam serangan yang disebut sebagai “agresi militer atas permintaan Israel”.
Kuba bahkan lebih keras. Presiden Miguel Diaz-Canel menyebut aksi militer AS sebagai pelanggaran berat terhadap Piagam PBB dan hukum internasional.
“Agresi ini menjerumuskan umat manusia ke dalam krisis dengan konsekuensi yang tidak dapat diubah,” ujar Diaz-Canel.
Meksiko: Ajak Segera Berdialog
Kementerian Luar Negeri Meksiko mengeluarkan pernyataan resmi yang menyerukan dimulainya dialog diplomatik sebagai upaya utama untuk meredakan ketegangan.
“Pemulihan koeksistensi damai di antara negara-negara di wilayah tersebut adalah prioritas tertinggi,” bunyi pernyataan resmi mereka.