Beritagosip.com – Aktivitas offroad yang digelar di kawasan Gunung Cikuray, Kabupaten Garut, memicu kerusakan parah pada ekosistem hutan. Warga yang geram langsung melaporkan hal ini kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, setelah jejak kerusakan viral di media sosial.
Dalam video yang tersebar luas, tampak jejak ban kendaraan offroad merusak vegetasi hutan dan mengakibatkan air sungai menjadi keruh. Seorang warga terdengar menyampaikan langsung kepada Dedi:
“Lihat hutan kami, Pak Dedi, Gunung Cikuray kami dijadikan arena offroad,” ujarnya sambil menunjukkan kerusakan di lapangan.
Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (12/7) di Blok Pasir Kiara, Desa Sukamurni, Kecamatan Cilawu. Menurut informasi, kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari perayaan ulang tahun komunitas offroad tertentu.
Warga, Netizen, dan LPHD Bereaksi Keras
Reaksi keras datang bukan hanya dari warga, tapi juga dari netizen. Mereka mengecam sponsor kegiatan offroad dan mendesak pemerintah untuk menindak tegas pelanggaran tersebut.
“Kawal, jangan sampai hutan lindung rusak karena kegiatan seperti ini,” tulis akun @pep******.
“Paling ujung-ujungnya cuma minta maaf, tapi tanggung jawabnya mana?” kata @mul******.
Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Berkah Tani juga telah membuat laporan resmi ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Ketua LPHD, Hendra Anggara, menjelaskan bahwa kerusakan ditemukan saat timnya tengah memetakan area konservasi burung merak hijau.
“Kami kaget menemukan banyak area hutan yang dibuka paksa dan vegetasi asli ditebang tanpa izin,” ujar Hendra. Ia menduga kuat bahwa kerusakan tersebut merupakan dampak langsung dari kegiatan offroad.
Perhutanan Sosial dan Perlindungan Ekosistem Terancam
Kawasan hutan Gunung Cikuray tersebut dikelola masyarakat melalui skema Perhutanan Sosial. Namun, keberadaan kegiatan tak berizin seperti ini dapat menggagalkan upaya pelestarian jangka panjang yang sedang dilakukan warga desa.
Masyarakat kini mendesak pihak berwenang, termasuk KLHK dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, untuk menindak tegas pelaku dan penyelenggara offroad tersebut. Warga menilai pelanggaran ini bukan hanya merusak alam, tetapi juga mencederai kerja kolektif masyarakat dalam menjaga hutan mereka.
Pihak KLHK sendiri disebut sedang menindaklanjuti laporan resmi tersebut. Sementara itu, belum ada tanggapan langsung dari penyelenggara kegiatan offroad yang dimaksud.