Beritagosip.com – Pemerintah Tiongkok akhirnya angkat suara menanggapi kesepakatan dagang Indonesia-Amerika Serikat yang belakangan memicu perhatian internasional. Dalam konferensi pers di Beijing, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menegaskan pentingnya penyelesaian sengketa ekonomi secara setara.
“Sikap kami selalu menekankan bahwa para pihak perlu menyelesaikan sengketa ekonomi dan perdagangan melalui dialog dan konsultasi yang setara,” ujar Lin Jian pada Rabu (17/4), dikutip Antara.
Kesepakatan ini menjadi sorotan karena AS menetapkan tarif 19 persen terhadap produk impor asal Indonesia, sementara produk AS masuk ke Indonesia tanpa tarif. Tak hanya itu, RI juga berkomitmen untuk membeli energi dari AS senilai US$15 miliar dan produk agrikultur sebesar US$4,5 miliar.
Trump Klaim Kesepakatan “Bersejarah”
Dalam unggahan di Trump Social, mantan Presiden AS Donald Trump menyebut kesepakatan ini sebagai pencapaian bersejarah.
“Kesepakatan penting ini membuka SELURUH PASAR Indonesia kepada Amerika Serikat untuk pertama kalinya dalam sejarah,” tulis Trump.
Ia juga menyebut bahwa Indonesia akan membeli 50 unit pesawat Boeing baru, sebagian besar tipe Boeing 777, meski tak dijelaskan siapa pembelinya.
Trump mengklaim kesepakatan ini sebagai langkah strategis menyeimbangkan defisit perdagangan AS dengan Indonesia. Pujian pun dilayangkan kepada rakyat Indonesia atas “komitmen dan persahabatan”.
China Ingatkan Soal Stabilitas Global
Di tengah ketegangan dagang global, Beijing berharap seluruh negara berkontribusi membangun iklim kondusif bagi kerja sama ekonomi internasional.
“China berharap negara-negara dapat bersama-sama membangun lingkungan yang kondusif bagi kerja sama ekonomi dan perdagangan internasional,” tambah Lin Jian.
China sendiri tengah menjalani kesepakatan sementara dengan AS, yang mencakup penurunan tarif ekspor produk AS ke China dari 125% menjadi 10%, serta pemangkasan tarif produk China di AS dari 145% menjadi 30%.
Namun, tarif tambahan 20% terhadap China masih diberlakukan sebagai sanksi terkait tuduhan perdagangan fentanil ilegal. Tarif resiprokal yang sebelumnya ditetapkan ditangguhkan selama 90 hari dan berlaku hingga 12 Agustus 2025.