Beritagosip.com – Dunia olahraga ekstrem berduka atas meninggalnya Felix Baumgartner, skydiver asal Austria yang dikenal karena aksinya melompat dari stratosfer. Ia tewas dalam kecelakaan paralayang di kota pesisir Porto Sant’Elpidio, Italia, Kamis (17/7/2025).
Baumgartner, 56 tahun, dilaporkan kehilangan kendali atas paralayang yang ditumpanginya sebelum jatuh ke kolam renang hotel. Dalam insiden tersebut, parasut yang ia gunakan juga sempat menyenggol seorang wanita. Beruntung, wanita itu tidak mengalami luka serius.
Investigasi dan Reaksi Dunia
Siaran televisi nasional Italia, RAI, melaporkan bahwa penyelidikan penyebab kecelakaan masih berlangsung. Sementara itu, Wali Kota Porto Sant’Elpidio, Massimiliano Ciarpella, menyebut kepergian Felix sebagai “kehilangan besar” dan menyatakan bahwa warga kota terpukul secara emosional.
Sosok Legendaris
Felix Baumgartner dikenal luas setelah mencatat sejarah pada 2012 dalam aksi Red Bull Stratos, ketika ia melompat dari ketinggian 38 kilometer menggunakan kapsul bertekanan, dan menembus kecepatan suara saat jatuh ke bumi.
Aksi tersebut memecahkan rekor dunia dan menempatkannya sebagai pionir dalam dunia skydiving. Red Bull, sponsor utama aksi tersebut, turut menyampaikan belasungkawa:
“Felix lahir untuk terbang. Ia melampaui batas, disiplin, cerdas, dan penuh semangat. Ia juga seorang dermawan, menginspirasi banyak orang.”
Perjalanan Karier yang Penuh Risiko
Sebelum lompat dari stratosfer, Baumgartner telah melakukan skydiving ekstrem dari berbagai ikon dunia, termasuk Menara Petronas di Malaysia dan Patung Kristus Penebus di Brasil.
Saat diwawancarai CNN usai aksi Red Bull Stratos, Felix mengatakan:
“Saya berdiri di puncak dunia, melihat langit yang benar-benar hitam. Saya mencoba menikmati momen itu sepenuhnya.”
Dalam lompatan itu, ia mencapai kecepatan lebih dari 1.300 km/jam, memecahkan batas kecepatan suara.
Untuk bisa mencapai ketinggian tersebut, timnya merancang balon helium seukuran 33 lapangan sepak bola, dengan berat 1.600 kg. Proyek itu memakan waktu enam tahun perencanaan.
Air Mata di Balik Keberanian
Setelah mendarat dengan selamat waktu itu, Felix mengaku sempat menangis:
“Saya meneteskan air mata… Rasanya jauh lebih besar dari yang saya bayangkan.”