Beritagosip.com – Korea Utara mengeluarkan ancaman akan melakukan “tindakan balasan tegas” terhadap latihan militer gabungan Amerika Serikat dan Korea Selatan yang dijadwalkan berlangsung 18-21 Agustus 2025.
Pernyataan ini disampaikan Menteri Pertahanan Korea Utara No Kwang Chol pada Senin (11/8/2025), seperti dilaporkan media pemerintah KCNA. Latihan tahunan Ulchi Freedom Shield tersebut dimaksudkan untuk menghadapi ancaman nuklir Korea Utara.
Pyongyang menuding latihan gabungan itu sebagai persiapan invasi. “Angkatan bersenjata DPRK akan menghadapi latihan perang AS dan Korea Selatan dengan sikap balasan menyeluruh dan tegas dalam kerangka hak membela diri,” tegas Chol.
Saat ini, AS menempatkan sekitar 28.500 tentaranya di Korea Selatan. Washington dan Seoul menyebut latihan bersama mereka bersifat defensif.
Meski ketegangan sempat mencair, dengan kedua pihak membongkar pengeras suara propaganda di perbatasan, ancaman terbaru ini berpotensi memicu eskalasi. Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung sebelumnya mendorong pendekatan lebih lembut terhadap Pyongyang, termasuk menghentikan siaran propaganda dan aksi balon udara.
Hubungan kedua Korea memburuk di masa pemerintahan mantan Presiden Yoon Suk Yeol yang keras terhadap Korea Utara. Kondisi ini mendorong Pyongyang semakin dekat ke Rusia setelah invasi Moskow ke Ukraina.