Beritagosip.com Jumlah korban tewas tambang timah Bangka kembali bertambah setelah satu jenazah pekerja ditemukan di lokasi tambang Pondi. Penemuan tersebut membuat total korban sementara mencapai enam orang. Peristiwa ini terjadi di Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, dan masih menyisakan satu penambang yang belum ditemukan.
Tim SAR gabungan dikerahkan sejak pagi hari untuk melanjutkan pencarian korban yang masih tertimbun. Operasi pencarian dilakukan secara intensif dengan mempertimbangkan kondisi lokasi yang berisiko. Pencarian korban tambang Bangka menjadi fokus utama tim di lapangan.
Kepala BPBD Bangka, Rusmansyah, menyampaikan bahwa satu korban meninggal ditemukan pada tengah malam. Seluruh jenazah kemudian dibawa ke RSUD Depati Bahrin. Korban tewas tambang timah Bangka kini berjumlah enam orang berdasarkan data sementara.
Rusmansyah menjelaskan bahwa sebagian besar pekerja tambang berasal dari wilayah Lebak dan Pandeglang, Banten. Beberapa identitas korban telah diketahui, di antaranya Soleh berusia 32 tahun dari Kampung Cisiih, Desa Situregen, Kecamatan Panggaranan, Kabupaten Lebak.
Selain itu terdapat Aben berusia 40 tahun dari Cisireheun, Kecamatan Cigeulis, Pandeglang. Nama lain yang tercatat adalah Alex berusia 40 tahun serta Abdul Manap berusia 50 tahun yang juga berasal dari Banten. Data ini masih terus diperbarui oleh petugas.
Terdapat pula nama Abat, Samson, dan Sanam yang masih dalam proses verifikasi. Saat ditemukan, jenazah korban tertutup lumpur tebal sehingga sulit dikenali. Pendataan lanjutan dilakukan setelah proses pembersihan jenazah di rumah sakit. Kondisi ini memperlambat identifikasi pekerja tambang timah Bangka.
Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, menyebut para pekerja tertimbun longsoran bersama alat berat yang sedang digunakan. Tambang timah Bangka longsor diduga akibat faktor alam dan kondisi lokasi kerja.
Longsoran terjadi pada Senin sore sekitar pukul 17.00 WIB. Kontur lokasi yang curam serta struktur tanah yang labil disebut menjadi penyebab utama kejadian tersebut. Longsor tambang Pondi Bangka langsung menimbun area kerja para penambang.
Mikel menjelaskan bahwa pencarian dilakukan hingga tengah malam dan kembali dilanjutkan pada pagi hari. Tim pencari menggunakan dua alat berat milik perusahaan tambang untuk melakukan penggalian material longsoran.
Ia menambahkan bahwa tantangan terbesar dalam proses evakuasi adalah kondisi tanah yang tidak stabil. Tim harus bekerja ekstra hati-hati karena terdapat potensi longsor susulan yang dapat membahayakan petugas selama pencarian korban tambang Bangka.