Beritagosip.com Pemerintah Inggris mengungkap kematian Alexei Navalny akibat racun mematikan yang berasal dari toksin katak panah. Temuan ini disampaikan melalui Foreign Office setelah analisis forensik terbaru.
Dua tahun setelah kematian tokoh oposisi Rusia tersebut di koloni penjara Siberia, Inggris dan sekutunya secara resmi menuding Kremlin sebagai pihak yang bertanggung jawab. Kesimpulan itu diambil dari pemeriksaan sampel material pada jasad Navalny.
Foreign Office menyatakan tidak ada penjelasan medis atau lingkungan yang wajar atas temuan toksin epibatidine. Zat tersebut dikenal sebagai racun kuat yang sangat mematikan dalam dosis kecil.
Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, menyebut hanya Pemerintah Rusia yang memiliki sarana, motif, dan kesempatan. Pernyataan itu disampaikan di sela Konferensi Keamanan Muenchen.
Pernyataan tersebut muncul setelah Yvette Cooper bertemu dengan Yulia Navalnaya. Pertemuan itu bertepatan dengan peringatan dua tahun pengumuman kematian suaminya.
Inggris menegaskan komitmen mengungkap kematian Alexei Navalny akibat racun selama dua tahun terakhir. Pemerintah Inggris juga menyoroti pola pembungkaman oposisi yang dinilai brutal.
Menurut Inggris, penggunaan racun epibatidine menunjukkan ketakutan besar penguasa Rusia terhadap oposisi politik. Metode tersebut dinilai sebagai cara keji untuk melenyapkan ancaman politik.
Hingga kini, Kremlin belum memberikan tanggapan terbaru atas rilis temuan intelijen dan laboratorium Inggris. Kasus kematian Alexei Navalny akibat racun masih menjadi sorotan internasional.