Beritagosip.com Bupati Probolinggo Mohammad Haris atau Gus Haris memberikan tanggapan terkait kasus pencurian koper milik turis asal Thailand saat berwisata di kawasan Gunung Bromo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Peristiwa pencurian koper turis Thailand tersebut terjadi ketika kendaraan rombongan wisatawan diparkir di area pendopo Kecamatan Sukapura pada Minggu (15/2). Nilai kerugian dalam kasus ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Gus Haris menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden yang menimpa wisatawan mancanegara tersebut. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Probolinggo menaruh perhatian serius terhadap pencurian koper turis Thailand yang terjadi di kawasan wisata Gunung Bromo. Menurutnya, kejadian tersebut mencoreng citra wisata Gunung Bromo sebagai destinasi unggulan.
Ia menyebut wisata Gunung Bromo merupakan ikon pariwisata Jawa Timur sekaligus Indonesia. Oleh karena itu, keamanan wisata Bromo harus menjadi unsur utama dalam pengalaman berkunjung wisatawan. Gus Haris menilai setiap wisatawan yang datang harus diperlakukan sebagai sahabat yang perlu dijaga bersama.
Menurutnya, insiden pencurian koper wisatawan Thailand menjadi peringatan penting bagi seluruh pihak untuk meningkatkan sistem pengamanan, terutama di titik-titik strategis kawasan wisata. Ia menekankan bahwa pariwisata hanya dapat berkembang apabila wisatawan pulang dengan rasa aman, nyaman, dan membawa kesan positif tentang Probolinggo.
Gus Haris berharap kejadian tersebut tidak menimbulkan trauma berkepanjangan bagi wisatawan asing yang berkunjung ke daerahnya. Ia menyatakan pemerintah daerah akan melakukan evaluasi menyeluruh serta memperkuat pengawasan di area wisata Gunung Bromo. Keamanan wisata Bromo disebutnya sebagai kehormatan yang harus dijaga oleh seluruh elemen daerah.
Dalam kasus pencurian koper turis Thailand ini, total tujuh koper berisi barang berharga dilaporkan hilang. Barang-barang tersebut raib saat rombongan wisatawan sedang berlibur di kawasan Gunung Bromo. Kerugian korban kembali diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Jhonni, agen perjalanan yang mendampingi rombongan wisatawan Thailand, menjelaskan kronologi kejadian. Ia menyebut rombongan menggunakan minibus Toyota Hiace menuju Bromo dan sempat berhenti di pendopo Kecamatan Sukapura. Sopir dan wisatawan turun sejenak, sementara seluruh koper disimpan di dalam kendaraan yang terkunci.
Saat rombongan kembali ke kendaraan, pintu mobil terasa sulit dibuka meski sebelumnya dalam kondisi terkunci. Setelah berhasil dibuka, kondisi di dalam kendaraan sudah berantakan. Koper yang sebelumnya tersusun rapi ditemukan dalam keadaan acak, dan tujuh koper dinyatakan hilang.
Data yang dihimpun menunjukkan sejumlah barang berharga ikut raib, termasuk paspor, uang tunai, serta perangkat elektronik. Salah satu tas milik korban bernama Kanthuma Puk berisi perlengkapan pribadi dan uang tunai lebih dari tiga juta rupiah dilaporkan hilang.
Selain itu, tas milik Chinnapat Jadcharoen berisi kamera Ricoh GR IV, satu unit iPhone 13 Pro, pakaian, dan earphone juga digondol pelaku. Tas lainnya milik Ananya Seeda yang berisi iPad Air 5, ponsel, dan pakaian turut menjadi sasaran pencurian koper wisatawan Thailand tersebut.
Dua tas milik Naowarat dan Sawatphiphatphon yang berisi pakaian dilaporkan hilang, begitu pula satu tas milik Chanidapa Pavichievac. Seluruh barang tersebut belum ditemukan hingga laporan dibuat.
Salah satu korban, Kanthuma Puk, mengaku sangat kecewa atas kejadian yang dialaminya. Ia menyebut kehilangan tersebut berdampak besar terhadap rencana kepulangannya karena paspor ikut hilang. Ia berharap pihak kepolisian dapat menemukan kembali barang-barang yang raib.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP I Made Kembar Mertadana memastikan laporan korban telah diterima secara resmi melalui SPKT. Pihak kepolisian saat ini melakukan penanganan intensif terhadap kasus pencurian koper turis Thailand tersebut.
Ia menjelaskan bahwa penyelidikan dilakukan melalui olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan saksi, serta penelusuran rekaman CCTV di sekitar lokasi. Pihak kepolisian berkomitmen menangani kasus ini secara maksimal demi menjaga keamanan wisata Bromo dan kepercayaan wisatawan.