Beritagosip.com Ukraina menuding Rusia tidak menunjukkan itikad mengakhiri perang dengan melancarkan serangan ke wilayahnya pada Senin malam.
Tudingan tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Ukraina, Andriy Sybiga, sebagaimana dikutip dari AFP.
Pemerintah Ukraina menilai serangan itu merusak upaya perdamaian yang tengah diupayakan komunitas internasional.
Serangan terjadi menjelang pembicaraan damai yang dijadwalkan berlangsung di Jenewa.
Menurut Ukraina, Rusia meluncurkan puluhan rudal dan ratusan drone ke berbagai wilayah strategis.
Aksi tersebut dinilai bertolak belakang dengan semangat perundingan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama empat tahun.
Andriy Sybiga menyebut waktu serangan menunjukkan sikap Rusia terhadap proses diplomasi.
Ia menilai eskalasi militer justru diperkuat tepat sebelum pertemuan damai digelar.
Angkatan udara Ukraina menyatakan Rusia meluncurkan 29 rudal dan 396 drone dalam satu gelombang serangan.
Target serangan disebut mengarah pada infrastruktur penting di sejumlah wilayah.
Ukraina kemudian merespons dengan meluncurkan lebih dari 150 drone ke wilayah Rusia.
Namun, militer Rusia mengklaim berhasil menghancurkan drone-drone yang memasuki wilayahnya.
Situasi ini kembali menegaskan rapuhnya upaya penghentian konflik Ukraina Rusia.
Ketegangan militer terus meningkat meski jalur diplomasi masih diupayakan.