Beritagosip.com Donald Trump kembali selamat dari aksi penembakan yang mengarah kepada dirinya. Kali ini, aksi tembak terjadi di dekat Gedung Putih dan menjadi insiden terbaru yang menyeret nama Presiden Amerika Serikat tersebut.
Aksi penembakan dan baku tembak terjadi di dekat Gedung Putih, Washington DC, pada Sabtu (23/5) sore waktu setempat. Terduga pelaku tewas dalam kejadian itu, sementara seorang warga sipil mengalami luka.
CNN menyebut personel Secret Service tidak mengalami luka dalam insiden tersebut. Donald Trump juga berada di kediamannya saat kejadian berlangsung sehingga tidak terkena dampak dari aksi tembak itu.
Trump bahkan telah menerima pengarahan langsung dari Secret Service terkait penembakan tersebut, kata seorang pejabat Gedung Putih.
“Syukurlah Presiden Trump selamat,” ujar anggota DPR dari Partai Republik melalui media sosial usai insiden penembakan Sabtu (23/5) malam, seperti dikutip AFP.
“Rasa terima kasih yang besar kepada Dinas Rahasia atas respons cepat mereka. Kekerasan politik harus dihentikan.”
Sebelum insiden Sabtu (23/5), pria berusia 79 tahun itu sudah beberapa kali menjadi target dugaan upaya pembunuhan.
Pada 25 April 2026, Donald Trump menjadi target dugaan aksi pembunuhan saat menghadiri acara gala media yang digelar pihak Gedung Putih di sebuah hotel.
Saat itu, seorang pria bersenjata menerobos pos pemeriksaan keamanan acara. Namun, pria tersebut gagal mendekati Donald Trump maupun tamu lain yang hadir.
Sebelumnya pada Juli 2024, Donald Trump juga menjadi sasaran saat rapat umum kampanye di Butler, Pennsylvania. Seorang pria bersenjata menewaskan satu penonton dan melukai telinga Trump yang saat itu masih menjadi calon presiden.
Beberapa bulan setelah kejadian itu, aparat kembali menangkap pria bersenjata lain di lapangan golf West Palm Beach saat Trump bermain golf.
Donald Trump sebelumnya sempat mengungkapkan kekhawatiran soal keamanan sebagai salah satu alasan pembangunan ruang dansa baru di Gedung Putih. Proyek itu juga merobohkan Sayap Timur setelah dirinya kembali menjabat tahun lalu.
Proyek senilai US$400 juta tersebut kini masih dalam tahap pembangunan. Taipan properti asal New York itu menyebut bangunan tersebut akan memiliki enam lantai di bawah ruang dansa anti-drone dengan sistem keamanan tinggi, termasuk fasilitas rumah sakit militer bawah tanah.