Beritagosip.com – Patrice Evra, mantan pemain legendaris timnas Prancis, memberikan peringatan keras kepada Les Bleus sebelum menghadapi Maroko di babak perempat final Piala Dunia 2026. Eks pemain Manchester United tersebut memuji performa mengesankan Maroko yang terbukti mampu membuat banyak lawan mengalami kesulitan signifikan di turnamen bergengsi tersebut.
Pernyataan Evra dilontarkan menjelang pertandingan bersejarah antara Prancis dan Maroko yang dijadwalkan berlangsung pada hari Kamis (9/7) atau Jumat (10/7) dini hari waktu Indonesia. Dalam analisisnya, Evra mengungkapkan preferensi khusus terhadap keunggulan tim dari benua Afrika.
“Jika saya harus memilih satu tim yang masih berkompetisi, saya lebih menyukai Maroko. Mereka memiliki karakter yang kuat, mereka berjuang dengan sungguh-sungguh, mereka penuh kepercayaan diri, dan tidak ada satupun yang senang bermain melawan mereka dalam babak gugur,” ungkap Evra dengan tegas.
Apresiasi Evra terhadap Maroko didasarkan pada penampilan spektakuler yang ditunjukkan tim berjuluk Singa Atlas sepanjang Piala Dunia 2026 yang diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Tim Maroko telah membuktikan kemampuannya melawan lawan-lawan kuat di turnamen dunia ini.
Pencapaian Maroko mencakup pertandingan sengit melawan Brasil, juara dunia yang telah meraih trofi lima kali. Meskipun berhadapan dengan raksasa sepak bola Amerika Latin, Maroko berhasil mempertahankan hasil imbang yang mengesankan. Kemudian, dalam pertarungan melawan Belanda yang dijuluki raja tanpa mahkota, Achraf Hakimi dan skuad Maroko berhasil mengeluarkan De Oranje dari kompetisi.
Momentum positif Maroko terus berlanjut ketika mereka menghancurkan Kanada dengan skor telak 3-0 di babak 16 besar. Performa kolektif tim asuhan Mohamed Ouahbi semakin menunjukkan potensi yang luar biasa dan menjanjikan untuk babak-babak selanjutnya. Soliditas pertahanan dan pergerakan koordinatif tim Maroko menjadi salah satu kunci kesuksesan mereka di turnamen ini.
Menghadapi pertandingan melawan Prancis, Maroko akan menjadi lawan yang sangat tangguh bagi Tim Tricolore. Prancis memang diunggulkan dengan kehadiran sejumlah pemain berkualitas tinggi dan berpengalaman di barisan mereka, namun Evra menekankan perlunya kesiapan mental dan taktis yang maksimal.
Evra memberikan nasehat khusus kepada Didier Deschamps selaku pelatih Prancis. Menurut mantan kapten timnas Prancis tersebut, tim Prancis harus lebih solid dan kompak dalam menjalankan strategi permainan mereka. Kesolidan tim tidak boleh diabaikan mengingat penampilan impresif yang ditunjukkan oleh Kylian Mbappe di turnamen ini.
Evra menegaskan bahwa Prancis tidak bisa hanya mengandalkan satu pemain hebat saja untuk meraih mahkota juara Piala Dunia. Hal ini terbukti pada Piala Dunia Qatar 2022, ketika Mbappe memenangkan penghargaan Sepatu Emas namun tim Prancis masih gagal meraih trofi. Kala itu, Mbappe menampilkan performa individual yang luar biasa, namun soliditas tim Prancis sebagai satu kesatuan tidak terpancar dengan jelas.
“Saya telah bersikap keras kepada Kylian sebelumnya, namun bukan karena kekurangan bakat dirinya. Itu justru karena saya menginginkan dia berkembang menjadi pemain yang lebih lengkap dan bertanggung jawab penuh terhadap kesuksesan seluruh tim,” kata Evra.
Dalam Piala Dunia 2026 ini, Evra mengakui adanya perbaikan signifikan dalam pengambilan keputusan Mbappe di lapangan. Bintang Paris Saint-Germain tersebut kini lebih sering melibatkan rekan setimnya dalam membangun serangan, bukan hanya bertindak sebagai pemain soliter.
“Yang saya sukai dari Piala Dunia kali ini adalah Kylian membuat keputusan yang jauh lebih baik daripada sebelumnya. Dia lebih banyak melibatkan pemain lain dalam permainan. Prancis menjadi tim yang lebih kuat ketika Mbappe menampilkan performa terbaiknya, tetapi saya ingin tegas: Anda tidak akan memenangkan Piala Dunia dengan mengandalkan hanya satu pemain. Setiap orang dalam tim tetap harus menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka dengan baik,” pungkas Evra.