Beritagosip.com – Di era saat ini, fenomena kepemilikan lebih dari satu rekening bank sudah menjadi hal yang umum dijumpai, terutama mengingat berkembang pesatnya sistem perbankan digital dan berbagai layanan dompet digital (e-wallet).
Banyak individu yang dengan sengaja membagi-bagikan dana mereka ke dalam beberapa rekening berbeda untuk menerima penghasilan utama, mengumpulkan tabungan, mengalokasikan biaya rutin bulanan, menyiapkan dana cadangan darurat, maupun mengalokasikan untuk keperluan investasi supaya monitoring arus kas lebih mudah dilaksanakan.
Kemudahan dalam membuka rekening secara online telah memicu berkembangnya tren ini semakin cepat. Seorang individu kini bisa mengombinasikan berbagai jenis rekening mulai dari institusi perbankan konvensional, lembaga perbankan digital, hingga platform e-wallet untuk kebutuhan fungsional yang berlainan.
Pertanyaan muncul kemudian: apakah kepemilikan rekening yang banyak sungguh-sungguh membuat tata kelola keuangan lebih tertib sekaligus mengasah kemampuan disiplin finansial?
Andi Nugroho, yang berprofesi sebagai Perencana Keuangan di Mitra Rencana Edukasi (MRE), mengungkapkan bahwa strategi membagi uang ke dalam beberapa rekening pada hakikatnya merupakan salah satu metode dalam mengatur tata kelola keuangan.
“Strategi membagi-bagikan uang ke dalam beberapa rekening adalah upaya untuk merapikan manajemen keuangan anda. Namun apakah strategi ini menjadi instrumen yang sangat efektif untuk meningkatkan kedisiplinan finansial anda, itu sangat tergantung pada sifat dan karakter masing-masing individu,” ungkap Andi kepada CNNIndonesia.com, hari Jumat (24/7).
Menurut penjelasan dari Andi, tingkat keberhasilan strategi tersebut sangat dipengaruhi oleh tipe kepribadian setiap orang yang menerapkannya.
Tidak semua individu akan mengalami peningkatan disiplin dengan sistem yang tertata dengan baik, sebaliknya sejumlah orang tetap mampu mengelola keuangan mereka dengan baik meskipun hanya menggunakan satu rekening saja.
Sejalan dengan pandangan tersebut, Perencana Keuangan Oneshildt Budi Rahardjo menyampaikan bahwa konsep memiliki beberapa rekening pada dasarnya serupa dengan teknik amplop yang sudah lama dikenal dalam praktik pengelolaan kas keluarga.
“Sesungguhnya strategi membagi-bagikan rekening ini tidaklah jauh berbeda dengan metode membuat amplop-amplop yang terpisah untuk berbagai kategori pengeluaran dalam praktik manajemen pengeluaran rumah tangga,” jelas Budi.
Menurutnya, ketika rekening dipisahkan berdasarkan fungsi, hal ini memastikan setiap dana dialokasikan sesuai target yang telah direncanakan sebelumnya.
Dengan cara ini, seseorang akan lebih mudah melakukan pengawasan atas setiap transaksi masuk dan keluar sekaligus memantau pertumbuhan tabungan untuk masing-masing target kebutuhan.
Di sisi lain, kepemilikan beberapa rekening juga dapat menghadirkan biaya administratif tambahan apabila tidak dikelola secara teliti. Andi mengatakan risiko ini sangat mungkin muncul apabila rekening-rekening tersebut tersebar di berbagai institusi perbankan yang berbeda-beda.
“Jika semua rekening berada dalam satu institusi yang sama, maka jawabannya tidak (memiliki banyak rekening tidak akan membuat pengeluaran lebih boros). Tetapi jika rekening-rekening itu tersebar di berbagai bank yang berlainan, jawabannya sangat memungkinkan terjadi,” katanya.
Berbagai biaya operasional setiap bulannya maupun tarif transfer dana antar rekening berpotensi terakumulasi sehingga tanpa disadari akan meningkatkan total pengeluaran.
Budi juga memiliki perspektif yang sejalan. Menurutnya, beban biaya ini bisa diminimalkan apabila seseorang tidak memelihara terlalu banyak rekening dan sebisa mungkin memilih rekening dari satu institusi yang sama.
Menurut penilaiannya, dua sampai tiga rekening umumnya sudah cukup memadai untuk membedakan antara pengeluaran rutin tahunan, kebutuhan-kebutuhan yang bersifat musiman, serta dana darurat sehingga tata kelola keuangan tetap berjalan efisien tanpa membawa beban biaya tambahan yang tidak perlu.
Andi berpendapat tidak ada standar baku terkait berapa jumlah rekening yang harus dimiliki oleh seseorang. Semuanya sangat bergantung pada kebutuhan spesifik dan rasa nyaman dalam mengatur keuangan pribadi.
Menurutnya, orang-orang yang sudah terbiasa dengan disiplin finansial bahkan tidak akan menghadapi masalah meskipun hanya menggunakan satu rekening untuk seluruh kebutuhan finansial mereka.
Sebaliknya, bagi mereka yang merasa khawatir dana tabungan akan ikut terkuras untuk pengeluaran sehari-hari, strategi membuka rekening terpisah bisa menjadi solusi yang tepat.
Dia memberikan contoh seorang karyawan yang juga memiliki usaha sampingan. Dalam kondisi seperti itu, pemisahan rekening untuk menerima gaji, operasional usaha, tabungan jangka panjang, dan kebutuhan sehari-hari justru dapat meningkatkan kejelasan laporan keuangan pribadi.
Sementara itu, Budi merekomendasikan agar jumlah rekening disesuaikan dengan tujuan penggunaannya.
“Sesuaikan saja dengan kebutuhan rencana penggunaannya. Bisa antara dua atau tiga, atau paling maksimal empat rekening untuk berbagai tujuan jangka pendek lainnya,” tutur Budi.