Beritagosip.com – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, telah memberikan penjelasan mendalam mengenai alasan mendukung rencana FIFA untuk menjual sebagian saham Piala Dunia ke pihak swasta. Dalam pernyataannya, Erick menyatakan pihaknya sejalan dengan badan sepak bola dunia tersebut karena menurutnya FIFA sudah banyak memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan sepak bola Indonesia.
Bahkan, Erick tidak ragu-ragu membawa-bawa tragedi Kanjuruhan sebagai dasar dari pernyataan dukungannya tersebut. Menurutnya, sepak bola Indonesia saat ini dapat meraih berbagai prestasi gemilang seperti yang terjadi saat ini bukanlah hasil kerja keras satu pihak saja, melainkan hasil dari kolaborasi sinergis antara masyarakat, pemerintah, dan juga FIFA yang hadir bersama-sama.
“Begini konteksnya. Bahwa sepak bola kita hari ini bisa meraih banyak prestasi seperti sekarang karena masyarakat, pemerintah, dan FIFA hadir bersama-sama. Kita harus berterima kasih terutama kepada FIFA,” kata Erick saat berbicara di Jakarta pada Jumat (31/7).
Erick kemudian melanjutkan penjelasannya dengan menghubungkan dukungan ini dengan peristiwa tragis Kanjuruhan yang pernah menimpa sepak bola Indonesia. Menurutnya, jika pada waktu itu masyarakat, pemerintah, dan FIFA tidak bersepakat untuk mengatasi krisis tersebut, maka Indonesia sangat mungkin akan menghadapi sanksi berat dari badan sepak bola internasional.
“Kalau kita bicara mengenai peristiwa Kanjuruhan, apabila waktu itu masyarakat, pemerintah, dan FIFA tidak bersepakat, tidak akan ada tim nasional seperti hari ini karena kita bisa disanksi selama delapan tahun,” ujar Erick dengan penuh keyakinan.
Erick sekaligus menjabarkan berbagai jasa yang telah diberikan FIFA kepada sepak bola nasional. Menurutnya, investasi besar-besaran yang dilakukan oleh badan sepak bola tertinggi sejagat itu menjadi alasan utama mengapa PSSI setuju dengan sikap yang diambil oleh Gianni Infantino dan rekan-rekannya. Komitmen FIFA terhadap pengembangan sepak bola Indonesia dirasa sangat serius dan konsisten.
“Terbukti sekarang sudah ada kantor FIFA di Indonesia. FIFA juga berinvestasi melalui sekitar 13 hingga 15 kegiatan setiap tahun dengan dana sekitar US$1 juta hingga US$2 juta yang langsung mereka salurkan,” ungkap Erick dengan detail.
“FIFA serius membangun sepak bola Indonesia dan kawasan Asia Tenggara serta Oseania,” tambah Erick lebih lanjut.
Sebelumnya, FIFA telah mengumumkan rencana ambisius untuk menjual sebagian saham Piala Dunia kepada investor swasta. Badan sepak bola yang dipimpin oleh Gianni Infantino ini justru memberikan ultimatum kepada seluruh asosiasi anggota untuk mendukung rencana penjualan saham tersebut. Ancaman yang diberikan FIFA cukup serius: jika suatu asosiasi anggota tidak sejalan dengan rencana ini, maka asosiasi tersebut termasuk PSSI bisa kehilangan kesempatan untuk mendapatkan kucuran dana besar yang mencapai total US$40 juta atau setara dengan Rp723 miliar dari saham yang akan dilepas ke pihak swasta tersebut.