Beritagosip.com – Gelombang serangan Ukraina terhadap beberapa wilayah di Rusia pada hari Minggu (2/8) menyebabkan paling sedikit delapan orang meninggal dunia, demikian pernyataan dari pejabat tinggi Rusia yang dirilis lewat agensi AFP. Beberapa operasi serangan tersebut terjadi pada jarak ratusan kilometer dari medan pertempuran aktif.
Eskalasi pertukaran serangan antara Rusia dan Ukraina semakin intensif selama beberapa bulan belakangan. Sebaliknya, proses dialog yang dimediasi Washington, yang diharapkan dapat mengakhiri perang ini, masih mengalami kebuntuan signifikan.
Kyiv membantah telah menyasar populasi warga negara biasa dan mengklaim bahwa serangan tersebut merupakan reaksi pembalasan yang adil terhadap kampanye bombardir dahsyat yang dilakukan Rusia di wilayahnya. Strategi ini bertujuan untuk mendorong Moskow agar kembali ke meja perundingan.
Kampanye penembakan Ukraina di kawasan Belgorod Rusia yang bersebelahan dengan Ukraina mengakibatkan tiga kematian. Di saat bersamaan, operasi serangan drone terpisah di zone Saratov yang berdekatan dengan Kazakhstan membawa dua korban jiwa tambahan, menurut data dari otoritas daerah.
Serangan dengan menggunakan drone yang ditujukan pada sebuah kendaraan di wilayah Udmurtia Rusia, lokasinya lebih dari 1.000 kilometer (600 mil) dari garis pertempuran, menghasilkan tiga kematian. Informasi ini berasal dari penjabat gubernur region tersebut, Olga Abramova, melalui platform Telegram.
Abramova menyatakan bahwa tindakan tersebut menakutkan karena kelihatannya tidak masuk akal. Orang-orang yang menjadi korban ini jelas sekali bukan merupakan sasaran strategi militer.
Hingga pagi harinya, Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan sistem anti-udara Rusia berhasil menggagalkan 635 pesawat drone buatan Ukraina.