Beritagosip.com – Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengumumkan bahwa lembaganya turut berpartisipasi dalam skema satelit Lampung-1 yang memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial tingkat lanjut. Satelit tersebut diluncurkan dari area perairan Haiyang, yang terletak di Provinsi Shandong, China, pada hari Rabu (5/8).
“Pemerintah Daerah Lampung dan berbagai badan otoritas lainnya di Indonesia sudah melakukan koordinasi mendalam dengan BRIN. BRIN merupakan salah satu lembaga yang terlibat dalam mekanisme itu secara langsung,” ungkap Arif di lokasi Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/8).
Arif menyampaikan bahwa salah satu aspek yang telah didiskusikan secara mendalam dan menjadi prioritas utama BRIN adalah persoalan keamanan data dan informasi.
Ia menekankan bahwa BRIN di kemudian hari akan memiliki kewenangan dan tanggung jawab berkaitan dengan penyimpanan dan perlindungan data. Arif memberikan jaminan bahwa keamanan informasi para pengguna akan tetap terjaga dengan sempurna ke depannya.
“Semoga menjadi aman, mudah-mudahan aman, insya Allah. Namun yang paling penting juga, kita insya Allah akan meluncurkan satelit dari BRIN juga bernama BRIN Neo-1, satelit itu produksi dari BRIN sendiri pabriknya berada di Kota Bogor, dan akan kita luncurkan di awal tahun 2027,” ujarnya.
Satelit tipe hiperspektral bernama Lampung-1 yang berbasis teknologi AI telah diluncurkan dari perairan Haiyang, berlokasi di Provinsi Shandong, China, pada hari Rabu (5/8) lalu.
Satelit inovatif ini merupakan karya sama antara Pemerintah Provinsi Lampung dengan perusahaan industri peralatan ruang angkasa bernama STAR.VISION.
Upaya peluncuran satelit dilakukan dengan menggunakan roket Smart Dragon-3 dalam sebuah misi yang diberi nama OSE Hyperspectral Twin Satellites.
Kegiatan peluncuran disaksikan langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama rombongan Pemerintah Provinsi Lampung, wakil dari Pemerintah Provinsi Shandong, para eksekutif STAR.VISION Aerospace, serta berbagai mitra kerjasama internasional.
Rahmat mengharapkan bahwa teknologi satelit yang canggih dan kapabilitas AI dapat memberikan manfaat dalam membantu pemerintah membuat keputusan pembangunan yang jauh lebih presisi dan akurat.
Menurut pemaparan Rahmat, kerja sama strategis tersebut tidak hanya terbatas pada penggunaan data citra satelit semata. Pemerintah Provinsi Lampung juga berkomitmen untuk mengembangkan infrastruktur ekosistem teknologi hiperspektral dan AI melalui berbagai mekanisme termasuk transfer keahlian teknis, riset kolaboratif mendalam, peningkatan mutu sumber daya manusia, hingga pengembangan solusi aplikasi yang disesuaikan dengan keperluan spesifik wilayah.