Beritagosip.com – Titik panas kebakaran hutan lahan kembali menunjukkan tren mengkhawatirkan. Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah melaporkan peningkatan hotspot drastis. Meskipun enam provinsi prioritas sebelumnya menunjukkan penurunan, dua provinsi ini melonjak. Koordinasi nasional kembali difokuskan pada Kalbar dan Kalteng.
Data Sipongi Kementerian Kehutanan per 1 September menunjukkan angka mengerikan. Hotspot Kalbar naik dari 273 menjadi 859 titik dalam waktu singkat. Peningkatan lebih dari tiga kali lipat mengisyaratkan situasi darurat berkembang. Kalteng juga naik dari 253 menjadi 623 titik panas terdeteksi.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengumumkan eskalasi respons pemerintah. Beliau akan turun langsung ke Pontianak bersama Kepala BNPB. Koordinasi ulang dengan semua stakeholder direncanakan segera dilakukan. Pertemuan melibatkan gubernur, kepala polda, dan panglima militer.
Data hotspot di provinsi lain juga menunjukkan fluktuasi penting. Sumatera Selatan melonjak dari 20 menjadi 89 titik panas. Kalimantan Selatan naik dari 22 menjadi 73 titik terdeteksi. Riau mempertahankan nol titik panas berhasil dikendalikan. Jambi mencatat peningkatan dari nol menjadi 4 titik panas baru.
Raja Juli menggarisbawahi pentingnya September sebagai periode kritis karhutla. Puncak El Nino berada persis bulan ini menciptakan kondisi ekstrem. Cuaca panas dan kering mempercepat perambatan api di lapangan. Periode ini menjadi medan pertempuran utama penanganan kebakaran hutan.
Aktivis lingkungan mendorong peningkatan status respons darurat nasional. Greenpeace Indonesia meminta penanganan korban asap karhutla gambut. Asap sudah meliputi hampir seluruh Pulau Kalimantan selama 19-28 hari. Jumlah penduduk terdampak mencapai 23,4 juta orang di Kalimantan.
Sumatera juga mengalami dampak asap kebakaran hutan gambut signifikan. Tiga provinsi di Sumatra diliputi asap rata-rata 10 hari Agustus. Populasi yang terdampak mencapai 24,1 juta penduduk keseluruhan. Asap karhutla gambut sudah melintasi batas negara hingga Filipina.
Dampak kesehatan dari asap karhutla sangat mengkhawatirkan masyarakat luas. Penyakit ISPA meningkat drastis selama musim kebakaran hutan. Iritasi mata, hidung, dan tenggorokan dialami jutaan orang. Jarak pandang terbatas mengganggu transportasi darat, laut, dan penerbangan.
Kementerian Lingkungan Hidup sudah mengambil tindakan tegas administratif. Sealing atau penyegelan 21 badan usaha dilakukan terkait karhutla. Perusahaan tersebar di tujuh provinsi dengan rincian berbeda. Kalbar memiliki 7 perusahaan, Sumsel 4, Kalsel 4, Kalteng 3. Kaltim, Lampung, dan Riau masing-masing 1 perusahaan disegel.