Beritagosip.com – Mitos tentang vaksin HPV menyebabkan kemandulan terus beredar masyarakat. Beberapa kelompok percaya vaksin HPV membuat rahim kering. Gangguan haid dan kemandulan disebut-sebut terjadi setelah vaksin. Mitos ini membuat beberapa orang ragu menerima vaksin HPV.
Dokter spesialis obgyn konsultan fertilitas, Profesor Budi Wiweko membuktikan mitos itu salah. Vaksin HPV sangat aman untuk kesehatan reproduksi perempuan. Tidak ada dampak negatif vaksin HPV terhadap organ reproduksi. Kesuburan perempuan tetap terjaga normal setelah vaksinasi HPV.
“Vaksin HPV sangat aman, tidak memicu gangguan kesuburan, tidak menyebabkan gangguan haid,” ujar Budi Wiweko jelas. Pernyataan dokter spesialis ini menjadi bukti ilmiah mitos vaksin. Ribuan penelitian mendukung keamanan vaksin HPV untuk reproduksi. Sertifikasi WHO juga menjamin keamanan vaksin HPV internasional.
Vaksin HPV melindungi perempuan dan laki-laki dari virus berbahaya. Human papillomavirus menjadi penyebab utama kanker serviks wanita. Virus ini menyerang lapisan dalam rahim dan berkembang menjadi kanker. Pencegahan melalui vaksin adalah langkah paling efektif tersedia.
Beritagosip.com – Pada pria, HPV menyebabkan berbagai jenis kanker berbahaya. Kutil kelamin merupakan manifestasi awal infeksi HPV pada laki-laki. Kanker penis dan kanker anus juga dapat disebabkan HPV. Kanker orofaring di belakang tenggorokan juga risiko infeksi HPV.
Penularan HPV terjadi melalui kontak fisik dalam hubungan seksual. Virus menyebar via vagina, anal, dan mulut dalam hubungan intim. Kondom tidak memberikan proteksi sempurna terhadap virus HPV. Vaksin merupakan pencegahan paling efektif sebelum infeksi terjadi.
HPV juga bisa menular saat proses persalinan normal dari ibu. Bayi yang dilahirkan vaginally bisa terinfeksi HPV dari ibu. Bayi yang terinfeksi bisa mengalami komplikasi kesehatan serius. Vaksin pada ibu hamil mencegah penularan ke janin dan bayi.
Organisasi Kesehatan Dunia sudah merekomendasikan vaksin HPV luas. Di tingkat regional, Kementerian Kesehatan Indonesia juga mendukung vaksinasi. Program vaksinasi HPV untuk anak laki-laki dan perempuan diperluas. Cakupan vaksinasi ditingkatkan setiap tahun untuk lebih banyak anak.
Anak perempuan mendapat satu dosis vaksin pada usia 11 tahun. Imunisasi kejar untuk usia 12 dan 15 tahun juga dijadwalkan. Booster atau dosis ulang tidak diperlukan setelah series lengkap. Efektivitas vaksin bertahan lama melindungi seumur hidup.
Anak laki-laki juga menerima satu dosis vaksin HPV standar. Imunisasi kejar untuk laki-laki dijadwalkan pada usia 12 tahun. Laki-laki juga perlu perlindungan HPV karena risiko kanker sama. Vaksinasi universal pada kedua jenis kelamin lebih efektif mencegah.
Efektivitas vaksin HPV mencapai 90-99% jika diberikan sebelum infeksi. Vaksin mencegah infeksi virus baru, bukan mengobati infeksi lama. Pemberian vaksin pada usia muda sebelum aktivitas seksual optimal. Proteksi dimulai sejak usia awal sebelum paparan virus.
Efek samping vaksin HPV sangat ringan dan sementara. Rasa nyeri di lokasi suntik adalah efek samping paling umum. Demam ringan atau pusing bisa terjadi dalam beberapa jam. Efek samping menghilang dalam satu hingga dua hari tanpa treatment.
Alergi berat terhadap vaksin HPV sangat jarang terjadi. Komplikasi serius akibat vaksin HPV tidak pernah terdokumentasi. Jutaan anak di dunia telah menerima vaksin HPV aman. Data keamanan lima puluh tahun membuktikan vaksin HPV aman.