Beritagosip.com – China telah meresmikan fasilitas baru yang memperkuat china kehadiran militer asia tenggara secara signifikan. Pemerintah China mengumumkan pusat pelatihan china laos dan akademi penerbangan china laos resmi beroperasi pada Selasa (29/9).
Kementerian Pertahanan Nasional China melaporkan kedua fasilitas tersebut terletak di bandara Ban Keun. Para analis mewanti-wanti bahwa fasilitas ini ditujukan untuk memperkuat ekspansi militer china asean secara strategis di kawasan tersebut.
Rachel Vandenbrink, analis senior di Australian Strategic Policy Institute, mengatakan kepada Reuters bahwa pusat dukungan dan pelatihan gabungan ini menunjukkan upaya Tentara Pembebasan Rakyat China mendapatkan akses tetap.
“Fakta bahwa ini merupakan pusat dukungan dan pelatihan gabungan menunjukkan bahwa (PLA) mungkin berupaya mendapatkan akses tetap ke pusat logistik yang dapat mendukung pasukan,” jelas Vandenbrink kepada media internasional.
Ini merupakan strategi beijing asia tenggara terbaru dalam hal ekspansi militer regional. Pembangunan pusat pelatihan dan akademi dimulai tahun lalu pada akhir 2025. Area ini pernah digunakan oleh Amerika Serikat selama perang di Laos pada tahun 1960-an dan 1970-an.
Pusat pelatihan China ini dibangun jauh lebih besar dibanding pangkalan AS kala itu berdasarkan citra satelit. Selain di Laos, China mengoperasikan pusat dukungan di pangkalan angkatan laut Ream. China juga memiliki pangkalan logistik di Djibouti untuk operasi global.
Collin Koh, pakar keamanan di S. Rajaratnam School of International Studies, Singapura, menuliskan bahwa pangkalan logistik militer di Laos ini tampak mirip dengan yang ada di Djibouti. “Mungkin tidak salah untuk menyimpulkan bahwa ini adalah pangkalan luar negeri PLA pertama yang beroperasi penuh di Asia Tenggara,” tulisnya di media sosial X.
Laos adalah negara satu partai yang diperintah oleh Partai Revolusioner Rakyat Laos. Angkatan udara Laos kecil dan mengoperasikan sejumlah pesawat yang dirancang China dan Rusia.